Anak Kandung Tak Diakui, Wanita Ini Laporkan Mantan Suami ke Polda Jatim

  Selasa, 16 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
L menunjukkan Laporan Polisi (LP) saat berada di depan gedung SPKT Polda Jatim, Senin (15/2/2021). (Ayosurabaya.com/Praditya Fauzi Rahman)

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM – Seorang wanita, L, melaporkan mantan suaminya ke kantor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim pada Senin (12/2/2021) petang. Dia menjelaskan, laporan itu terpaksa dia lakukan lantaran terlapor berinisial SS (57) tak mengakui anak kandungnya sendiri. Dia juga menyebut SS memalsukan akta autentik.

L mengaku tak mempermasalahkan perceraiannya dengan SS. Namun, L menyayangkan buah hatinya dengan SS tak diakui.

Selain itu, lanjut L, sejak 20 Mei 2020, putranya yang tengah berkuliah di Kota Surabaya dititipkan kepada SS. Sampai akhirnya permasalahan terjadi ketika SS tidak mengakui anak dan dia mengaku tak dapat berjumpa ataupun mengetahui keberadaan anaknya hingga Senin (15/2/2021) ini.

"Kalau saya dicerai ya tidak apa-apa, yang saya sayangkan atau memberatkan saya adalah pengakuan (SS) yang tidak mengakui keberadaan anak saya, padahal itu kan anaknya juga," kata L dengan mata berkaca-kaca, Senin (15/2/2021).

Dengan berat hati, L mengaku terpaksa melaporkan SS ke SPKT Polda Jatim dengan laporan pemalsuan akta autentik dengan nomor laporan Nomor: TBL-B/90/II/RES.1.9/2021UM/SPKT Polda Jatim.

Selaras, kuasa hukum L, Abdul Malik, membenarkan bahwa bos perusahaan minyak kayu putih itu dilaporkan L ke Polda Jatim.

"Dalam laporan klien saya (L), memberikan keterangan palsu. Keterangan palsunya dalam surat," ujar Malik saat mendampingi L di SPKT Polda Jatim.

Malik menjelaskan lebih rinci perihal permasalahan kliennya itu. "Jadi, klien kami, Bu L ini digugat cerai, tetapi beliau tidak tahu. Nah, dalam suatu putusan, si mantan suami mengaku tak punya anak. Tapi, dalam perkawinan, dia (terlapor) punya anak laki-laki dari perkawinan di wihara. Lalu, perkawinan resmi (yang masuk dalam catatan sipil). Ya seperti kita orang Islam, kawin siri, tapi dilanjut kawin resmi, begitu istilahnya," tuturnya.

Dalam pernikahan kliennya, kata Malik, SS memiliki seorang anak lelaki yang sudah dewasa, yakni berusia 17 tahun. Berdasarkan hal tersebutlah, dia mendampingi L melaporkan SS lantaran diduga sudah memberi keterangan palsu di dalam akta authentik.

"Yang dipermasalahkan pengakuan anaknya. Dalam putusan itu, sudah kita laporkan, (SS) bohong dengan memberikan keterangan palsu," katanya.

Malik menduga ada orang yang ikut campur dalam permasalahan kliennya. Mengingat, mantan suami kliennya merupakan presiden direktur dari sebuah perusahaan minyak kayu putih ternama di Indonesia. Maka dari itu, dia dan L melakukan pelaporan kasus tersebut ke Polda Jatim.

Kendati demikian, Malik ingin pihak kepolisian dapat menanganinya, bila perlu mendamaikan kedua belah pihak.

"Karena pengacara tugasnya secara hukum, tapi pengacara jangan menjadi provokator antar-kliennya. Ini memang melibatkan orang besar, karena yang kami laporkan ini adalah presiden direktur salah satu perusahaan minta kayu putih," tutur Malik.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar