Warga Tuban Kecipratan Peluang Kerja di Proyek Kilang Pertamina

  Selasa, 16 Februari 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi kilang minyak. (David Mark dari Pixabay )

TUBAN, AYOSURABAYA.COM -- Masyarakat Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur menyambut positif peluang kerja pada proyek pembangunan kilang baru Pertamina yang dikenal dengan New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban. Pada tahap early work NGRR Tuban, Pertamina telah memperkerjakan 287 orang di mana 86% atau 247 orang merupakan warga sekitar yang berasal dari 5 desa sekitar proyek. 

Pengerjaan proyek NGRR Tuban telah memasuki minggu ke-24, di mana Pertamina telah menuntaskan pekerjaan land clearing seluas 326 hektare serta pekerjaan restorasi telah mencapai 184.400 meter persegi atau 88 persen dari total 20 hektarE. Progres pekerjaan lainnya yakni lingkup teknik hampir mencapai 30 persen.

Samino, salah satu warga Tuban yang kini bekerja di NGRR Tuban bagian land clearing menyatakan bersyukur dan menyambut baik pembangunan kilang Pertamina 

“Dulu saya kerja serabutan sebagai buruh tani atau bangunan, kini bisa bekerja di proyek kilang,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Hal senada juga dikemukakan Siti Nurwahyuni, warga Tuban yang bekerja sebagai safety man di proyek kilang Pertamina.

“Setelah saya lulus kuliah, saya bisa bekerja di proyek Kilang Tuban. Saya senang bisa bekerja di sini, tidak harus jauh-jauh keluar kota untuk mencari pekerjaan. Saya juga disediakan rumah untuk tempat tinggal,” ujarnya. 

AYO BACA : Dapat Uang Pembebasan Lahan dari Proyek Pertamina, Warga Dusun Pomahan Tuban Ramai-ramai Beli Mobil

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Ignatius Talulembang mengatakan optimis terhadap pembangunan kilang Tuban yang sesuai target berkat dukungan seluruh stakeholder terutama dukungan masyarakat Tuban. 

“Sekarang kita bersyukur warga sudah membuka diri setelah adanya proses komunikasi dan kerjasama yang baik antara Pertamina, Pemda dan warga setempat,” kata Ignatius.  

Penerimaan itu, kata Ignatius ditandai dengan tuntasnya proses appraisal, pengukuran dan pembebasan lahan oleh BPN dan Pemda Tuban di beberapa desa di kecamatan Jenu, sepeti Desa Kaliuntu, Sumurgeneng dan Wadung.  Saat ini, proses pembayaran lahan masyarakat teru berlangsung melalui kerjasama Pertamina dengan perbankan BUMN.

“Proses pembayaran lahan tinggal sedikit lagi, sisanya akan kita tuntaskan paling lambat di bulan September 2020,” imbuh Ignatius. 

Ignatius menambahkan pembangunan kilang Tuban akan menyerap 40% tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Dia menegaskan, Pertamina berkomitmen untuk menyerap tenaga kerja lokal secara optimum.

“Banyaknya warga lokal yang terlibat dalam pengerjaan proyek ini akan mendorong tumbuhnya ekonomi masyarakat.  Belum lagi tumbuhnya UMKM sebagai multiflier efek dari keberadaan kilang ini,” terang Ignatius.

Seperti diketahui, Kilang Tuban akan memberikan tambahan pasokan untuk kebutuhan BBM, LPG dan Petrokimia berkualitas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dengan kapasitas sebesar 300 kbpd, Kilang Tuban akan memperkuat ketahanan, kemandirian dan kedaulatan energi nasional, sehingga tidak lagi tergantung dengan impor.

AYO BACA : Terima Uang Pembebasan Lahan Miliaran Rupiah, Warga Desa Sumurgeneng Tuban Mendadak jadi

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar