Percaya Hoaks, Ibu dan Anak Minum Air Kencing demi Sembuh dari Covid-19

  Rabu, 17 Februari 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Percaya Hoaks, Wanita Ini Minum Air Kencing demi Sembuh dari Covid-19. (Pixabay)

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM – Banyak beredar cara alternatif untuk sembuh di dunia maya, namun tidak jarang cara-cara tersebut adalah hoaks. Bahkan, ada seorang wanita yang menjadi korban dengan meminum urine demi sembuh dari Covid-19.

Dilansir dari Metro UK, ibu yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan kepada penyelidik dari Healthwatch Central West London bahwa seorang teman atau kerabat telah mengirim videonya tentang pengobatan Covid-19.

Laporan HCWL mengatakan, beberapa video yang dia terima membahas tentang minum air kencing sendiri setiap pagi sebagai obat untuk Covid-19. Kemudian, perempuan itu mengatakan dia dan anak-anaknya melakukan anjuran itu selama empat hari.

Puluhan Santri di Jember Pingsan usai Disuntik Vaksin Sinovac?

Asap Batok Kelapa Jadi Obat Covid-19? Ini Penjelasannya

Dia bahkan berpikir bahwa vaksinasi 'akan berbahaya bagi keluarganya' dan dia 'mempercayai pengobatan tradisional'. Dewan Kota Westminster akan membahas laporan yang berbicara kepada lebih dari 100 orang, terutama di komunitas etnis kulit hitam dan minoritas, pada hari Kamis.

Penelitian ini merupakan kolaborasi antara HCWL, Asos. Penelitian ini berkembang dari stigma yang berkembang tentang Covid-19 serta berita palsu dan konspirasi yang disebarkan melalui WhatsApp.

Belum lagi ditambah dengan kurangnya kepercayaan pada saluran informasi resmi. Kondisi ini menghadirkan masalah yang perlu disoroti dan ditangani.

Banyak informasi sering menyarankan pengobatan alternatif yang salah yang tidak memiliki latar belakang ilmiah dan empiris.

Campuran Jeruk Nipis, Madu, dan Air Kelapa, Jadi Obat Alami Covid-19?

Ampuh Cegah Corona, Perokok Aktif Lebih Aman dari Covid-19?

Profesor Anthony Harnden, wakil ketua Komite Bersama Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI), mengaku kesulitan menjangkau kelompok BAME meski peluncuran vaksin sukses.

"Ada sejumlah orang yang benar-benar kami butuhkan untuk menjangkau dan meyakinkan bahwa vaksin ini aman dan efektif," kata dia.

Minggu lalu Profesor Kesehatan Masyarakat Inggris Kevin Fenton mengatakan keragu-raguan vaksin di antara komunitas BAME sering berakar pada faktor sosial dan budaya--dan ketidakpercayaan dapat didasarkan pada kesulitan bersejarah yang pernah dialami orang.

Vaksin Covid-19 Dipasangi Chip 5G?

PSBB Jawa-Bali Diperpanjang hingga 28 Maret 2021?

Profesor Jonathan Van-Tam mengatakan kepada BBC rumor dan informasi yang salah yang dibagikan secara online dirancang untuk menakut-nakuti orang.

"Jika sistem pemanas sentral saya rusak, saya akan memanggil insinyur pemanas sentral, saya tidak akan bertanya kepada ahli bedah otak, jadi mengapa Anda pergi ke sumber informasi itu ketika Anda memiliki sumber yang baik dan siap diakses di NHS,” kata dia.

"Itu terjadi setelah video beredar di media sosial yang mengklaim bahwa menghirup uap melalui mulut dan hidung dapat membunuh virus sebelum mencapai paru-paru."

Jokowi Resmi Tunjuk Risma Gantikan Anies Baswedan?

Teh Jahe Resmi Jadi Obat Alami yang Bisa Atasi Covid-19?

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar