Tes Covid-19 dengan GeNose di Stasiun Pasar Turi, Penumpang: Lebih Cepat dan Murah

  Rabu, 17 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
[Ilustrasi] Calon penumpang kereta api mengembuskan napasnya ke kantong udara saat melakukan pemeriksaan dengan alat GeNose C-19 di Stasiun Bandung, Jalan Kebon Kawung, Kota Bandung, Senin (15/2/2021). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM – Sejumlah masyarakat masih canggung dengan alat yang digunakan untuk melakukan screening Covid-19 dengan GeNose di Stasiun Pasar Turi Surabaya. Mayoritas penumpang PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengaku masih belum mengetahui mekanisme atau alur penggunaan tes tersebut.

M Yusuf, salah seorang penumpang kereta tujuan Surabaya-DKI Jakarta mengaku baru mengetahui cara screening Covid-19 dengan GeNose.

"Saya baru coba sekali, baru ngeh, ternyata cuma lewat napas, gak pakai darah atau disogrok kayak swab sama rapid," kata Yusuf kepada AyoSurabaya.com, Rabu (17/2/2021).

Yusuf mengatakan, dia mendukung langkah KAI menerapkan GeNose sebagai alternatif screening Covid-19 di stasiun. GeNose, dianggapnya, lebih simpel dibandingan jenis tes lain.

"Lebih cepet ya, lebih gampang, ya intinya lebih ringkes (ringkas) sih," katanya.

Senada dengan Yusuf, Amalia Fadila, penumpang KAI lainnya pun merasakan hal yang sama. Dia mengaku tes tersebut lebih menguntungkan dan memangkas waktu tunggu.

Harga yang dibanderol pun cenderung lebih murah, yakni Rp20.000 saja. "Enakan ini ya, lebih murah, lebih cepat juga. Lagian antreannya nggak lama," kata warga asli Kota Surabaya itu.

Kendati baru sekali mencoba, Amalia mengungkapkan lebih cocok menggunakan GeNose dibanding tes kesehatan lain, seperti Rapid Test Antigen atau PCR Swab yang juga disediakan pemerintah maupun sejumlah rumah sakit.

"Lebih cocok ini sih, masiyo sektas nyoba mas (meskipun baru saja mencoba)," kata wanita yang akrab disapa Lia itu.

Lia pun mendorong pihak KAI dan instansi lain melakukan tes dengan alat serupa. Sebab, tak memakan waktu dan menyebabkan kerumunan saat menanti hasil tes.

"Ya kalau bisa di tempat-tempat lain ada juga lah, soalnya kan yang saya tahu di berita kan sudah ada legalitasnya, udah ada izinnya, kenapa nggak dipakai di fasum (fasilitas umum) lainnya," terangnya.

Sebelumnya, PT KAI Daerah Operasional (Daop) 8 Surabaya pertama kali menerapkan tes kesehatan menggunakan GeNose di Stasiun Pasar Turi pada Senin (15/2/2021) lalu. Kendati penumpang diwajibkan melakukan atau menunjukan hasil tes kesehatan sebelum keberangkatan, namun PT KAI tidak mewajibkan seluruh penumpang menggunakan GeNose. Melainkan hanya sebagai alternatif tes kesehatan saja selain Antigen dan PCR Swab.

Hingga kini, alat besutan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu hanya tersedia di Stasiun Pasar Turi saja. Dalam waktu dekat, PT KAI Daop 8 akan memasang alat serupa di 4 stasiun wilayah oprasionalnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar