Orang Asing Jadikan Satwa Langka Indonesia Obat

  Rabu, 17 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
[Ilustrasi] Makin Sedikit, Orang Asing Malah Jadikan Satwa Langka Indonesia Obat. (Pixabay)

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM -- Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA Jatim) Wilayah 2 RM Wiwied Widodo menyayangkan masih adanya penangkapan, pemeliharaan, dan penjualan satwa langka nan dilindungi.

Selain populasinya yang sangat rendah, Wiwied menyebut perbuatan tersebut melanggar hukum di Indonesia.

Terlebih pada burung Elang Brontok (Spizaetus Cirrhatus). Wiwied mencatat, Elang yang hanya memiliki habitat dan ekosistem di kawasan Jawa itu kian menurun. Namun, masih ada saja perburuan liar yang terjadi.

"Elang Brontok ini ada di Sulawesi dan Jawa, sebagian besar di Ponorogo dan sekitarnya. Kalo Elang Varia ini hanya 30% (populasi) di Jawa," kata Wiwied usai konferensi pers penangkapan satwa dilindungi di Ruang Bidhumas Polda Jatim, Rabu (17/2/2021).

Pada spesies Burung Kakaktua, ternyata juga menjadi primadona yang dicari negeri tetangga, Malaysia dan Thailand. Namun, populasi burung dengan nama latin Cacatua Moluccensis masih terbilang cukup banyak. Sebab, masih ditemukan pula masyarakat yang memelihara Kakaktua. Untuk jual beli spesies ini juga kerap ditemukan, terutama di kawasan Kalimantan dan negeri Jiran, Malaysia.

"Lumayan kalau Kakaktua, mayoritas di pelihara di rumah, kasus sebelumnya dijual ke Kalimantan lalu dimasukan ke Malaysia,' katanya.

Untuk spesies Lutung Budeng pun demikian. Wiwied menyebut populasi primata dengan nama latin Trachypithecus Auratus itu menurun. Malah, semakin diburu dalam beberapa tahun belakangan. "Lutung ini juga asli Jawa, perburuan 7 tahun terakhir marak," katanya.

Sejumlah spesies hewan langka lain juga tengah diburu orang tidak bertanggung jawab. Bahkan, pihaknya berupaya maksimal untuk melindunginya lantaran jumlah populasinya semakin jarang. Sayangnya, dia enggan menyebut lebih detail jenis satwa tersebut dengan alasan akan menjadi target pemburu bila sontar diberitakan.

"Ada lagi satwa nilainya lebih tinggi, bisa sampai ratusan juta. Tapi maaf tidak bisa saya sebut, nanti jadi target incaran pemburu. Karena populasinya sangat sedikit," kata dia.

Lalu, mengapa para pemburu cenderung menyasar satwa langka seperti itu?

Wiwied menerangkan beberapa satwa langka memang menjadi idaman masyarakat luar negeri. Terlebih untuk spesies Lutung Budeng. Kepada AyoSurabaua.com, Wiwied menyebut primata ini kerap dijadikan bahan dasar untuk medis. Bahkan, sangat dicari di Thailand sebagai pengobatan.

"Kalau Lutung ini, untuk dikonsumsi, untuk obat-obatan. Pemburu menjualnya ke luar negeri, tapi yang diincar adalah anakannya untuk medical industries. Banyak pesanan berasal dari Thailand," katanya kepada AyoSurabaya.com.

Mengapa demikian?

"Karena, pada otak Lutung Budeng ini, ada cairan yang bisa digunakan untuk bahan dasar pengobatan medis di Thailand, untuk obat-obatan. Makannya, mereka sering mencarinya ke Indonesia," kata Wiwied.

Pemasoknya pun beragam, dari sejumlah daerah di Indonesia, mulai dari Maluku, Irian, Sulawesi, hingga Kalimantan. "Ada pemasoknya, ada pemasok menggunakan kapal bermuatan penumpang dari Sulawesi, Irian, ke Tanjung Perak Surabaya, lalu sesampainya di sini, dijajakan ke akun Facebook," tuturnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar