Alur Pemeriksaan GeNose di Stasiun hingga Tindak Lanjutnya

  Rabu, 17 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Calon penumpang kereta api melakukan pemeriksaan GeNose C19. (PT KAI)

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM -- Universitas Gadjah Mada telah menciptakan alat pendeteksi virus SARS CoV-2 atau Corona. Alat tersebut dijuluki GeNose. Bahkan, alat itu telah dioperasikan di sejumlah stasiun kereta di Indonesia, termasuk di kota pahlawan.

Manager Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional (Humas PT KAI Daop) 8, Luqman Arif, mengatakan di wilayahnya baru Stasiun Pasar Turi saja yang menggunakannya. 

Lalu, bagaimana mekanismenya?

Luqman menjelaskan, penumpang diwajibkan menghembuskan nafas beberapa detik ke dalam sebuah kantung berbahan plastik khusus yang terhubung langsung dengan GeNose.

"Nanti, ada sebuah sensor pada alat itu (GeNose) yang nantinya akan mendeteksi hembusan nafas itu, lalu menghasilkan data dari sensor," jelas Luqman kepada AyoSurabaya.com, Rabu (17/2/2021).

Ia menceritakan tahapannya. 

Pertama, penumpang diwajibkan membayar biaya tes senilai Rp 20.000 dan mengambil nomor antrean terlebih dulu. Saat nomor antrean dipanggil, penumpang langsung menuju bilik yang telah dipasang kaca dan alumunium yang telah disterilkan.

Kedua, penumpang akan diberikan kantung berbahan plastik khusus berukuran sekitar 30 cm. Penumpang diharuskan menghembuskan nafas hingga plastik mengembang penuh dengan durasi sekitar 20 detik menggunakan melalui mulut sembari hidung tetap tertutup masker.

Ketiga, penumpang langsung memberikan plastik tersebut kepada para petugas medis yang menanti dengan GeNose. Selanjutnya, plastik berisi CO2 itu diproses untuk mendeteksi Volatille Organic Compound (VOC). 

Keempat, udara yang diperoleh dari para penumpang atau karbondioksida diolah menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) khusus. Alat tersebut juga digadang-gadang bisa bekerja secara paralel dengan proses diagnosis tersentral dalam sebuah sistem yang mampu membuat tingkat validitas data dengan semua alat yang terkoneksi satu sama lain secara stabil.

Kelima, penumpang harus menunggu sekitar 10-20 menit hingga proses antrean dan hasil selesai. Ketika rampung, penumpang akan mengetahui bagaimana hasil dari tes yang dilakukan.

Lantas, bagaimana bila ada penumpang yang terbukti reaktif atau terindikasi positif Covid-19?

Luqman menegaskan, penumpang akan ditahan sementara di stasiun. Lalu, pihak KAI Daop 8 Surabaya membatalkan keberangkatan, tiket penumpang akan diminta kembali. 

"Ketika ada yang positif, tiket kami batalkan dan kami ganti 100% cash. Lalu, langkah selanjutnya koordonasi dengan Dinkes Pemkot Surabaya, lalu kami sarankan tindak lanjutnya dengan Dinkes atau Rumah Sakit," tuturnya.

Namun, bila dinyatakan negatif Covid-19, penumpang dipersilahkan naik kereta sesuai tujuan dan tetap diwajibkan menerapkan protoko kesehatan (prokes) yang ketat selama perjalanan.
 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar