Jatuh Bangun PHRI Jatim Bangkitkan Industri Perhotelan

  Kamis, 18 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi - Pandemi Covid-19 membuat industri perhotelan terpuruk . (Rodrigo Salomón Cañas dari Pixabay )

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim, Dwi Cahyono, mengatakan pandemi Covid-19 membuat para pengusaha kelabakan.

Dampaknya tak hanya minim pendapatan tapi juga juga terpaksa melakukan efisiensi dengan mengurangi jumlah karyawan. 

"Sebetulnya sejak pertama kita upayakan langkah-langkah yang efisien, jadi untuk operasional langkah-langkah efisiensi SDM dan operasional," jelas Dwi saat dikonfirmasi, Kamis (18/2/2021).

AYO BACA : Hotel Legendaris di Jantung Kota Pahlawan Ini Dijual, Dampak Pagebluk?

Dwi menambahkan, pihaknya tak diam begitu saja. Sejumlah alternatif dan inovasi telah dilakukan. Sayangnya, hal itu tak berdampak signifikan.

"Yang kedua, kami juga sudah tingkatkan kreativitas, caranya dengan bundling atau jual bersama-sama dengan menggandeng pihak lain," sambungnya.

Lagi-lagi, hal itu pun dirasa masih belum memperoleh hasil yang maksimal. Mengingat, pemerintah juga tengah mengeluarkan kebijakan berupa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang kini kian berdampak hebat dalam sektor perhotelan dan kuliner di Jatim.

AYO BACA : Cara Tes Covid-19 GeNose di Pasar Turi Surabaya, Jika Positif Harus Bagaimana?

Tak patah arang, Dwi dan para anggotanya semakin bersemangat meneruskan kerja sama dengan beberapa stakeholder, baik pemerintah maupun pihak swasta.

"Terkait bundling, kita juga kerja sama dengan AirAsia, pusat oleh-oleh, PT KAI, dan UMKM, semuanya jadi satu paket, jadi tidak mengeluarkan biaya lebih  banyak," ujarnya.

Namun, hal itu pun masih belum sesuai harapan.

Ia merasa masyarakat terlanjur 'wedi'(takut) dengan kondisi pagebluk seperti saat ini. Terlebih, dengan status warna zona yakni oranye dan merah, kian membuat masyarakat ogah bepergian atau menginap di hotel.

"Sebenarnya, dari pemerintah sudah melakukan sejumlah upaya, tapi keengganan masyarakat untuk melakukan perjalanan, karena status daerah, dan membuat orang enggan," tutupnya.

AYO BACA : Lokasi Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Catat Jamnya!

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar