Update Longsor Nganjuk: Anak-anak Jalani Trauma Healing

  Kamis, 18 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
[Ilustrasi] Proses trauma healing korban longsor di Nganjuk. (Istimewa)

NGANJUK, AYOSURABAYA.COM -- Para korban terdampak bencana tanah longsor di Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim) masih memadati lokasi pengungsian. Beberapa di antaranya adalah anak-anak dan balita.

Pada Kamis (18/2/2021) pagi, anak-anak dan balita di lokasi pengungsian Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Ngetos, tampak bahagia. Seolah tak sadar dengan insiden tanah longsor yang dialami mereka beberapa hari lalu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim dan para relawan telah memberikan edukasi dan hiburan kepada anak- anak.

Koordinator pengungsi Dwi mengatakan, pihaknya berupaya semaksimal mungkin agar anak-anak tak mengalami trauma usai bencana tanah longsor, Minggu (14/2/2021). Dia dan para relawan senantiasa menghibur anak-anak dengan beragam permainan dan pendidikan sesuai usia masing-masing. Kegiatan itu pun juga menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

“Kami ajak bermain, belajar, menggambar dan bernyanyi, petugas dan anak-anak juga diwajibkan pakai masker sesuai prokes untuk mencegah penularan virus Covid-19," kata personel Tanggap Bencana (Tagana) itu melalui keterangan tertulis yang diperoleh AyoSurabaya.com, Kamis (18/2/2021).

Hal tersebut diamini Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta usai mengunjungi lokasi bencana.

Selain mengerahkan ratusan personel gabungan dari Polda Jatim, Kodam V Brawijaya, dan sejumlah personel dari instansi dan relawan lainnya sekitar 400 orang, polisi dengan dua bintang di pundaknya itu mengaku turut menerjunkan psikolog. Tujuannya untuk melakukan trauma healing kepada anak-anak dan warga lainnya yang terdampak.

"Tujuannya, untuk memulihkan trauma bagi anak-anak korban bencana," kata Nico.

Berdasarkan catatan BPBD, kebutuhan pokok pengungsi telah tercukupi dengan baik, terutama untuk kebutuhan anak dan balita seperti biskuit, susu, hingga popok bayi. Sebab, pengungsi anak-anak cukup banyak di pengungsian.

Sebelumnya, bencana tanah longsor dipicu hujan dengan intensitas sedang sampai tinggi pada Minggu (14/2/2021) lalu sekitar pukul 19.00 WIB di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Nganjuk.

Hingga Rabu (17/2/2021) kemarin, total korban tertimbun longsor mencapai 21 orang. Hingga kini, masih ada 6 orang yang dalam proses pencarian. Sedangkan, 13 orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, 2 orang ditemukan dalam kondisi luka-luka, 18 orang mengalami luka saat menyelamatkan diri dari longsor telah dirawat di puskesmas setempat.

Akibat kejadian itu, ada 54 Kepala Keluarga (KK) atau 186 jiwa yang terdampak. Sementara itu, 139 jiwa mengungsi di halaman SDN 3 Ngetos, Nganjuk, Jatim sampai saat ini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar