5 Penyebab Seseorang Terobsesi Seks, Anda Mengalaminya?

  Kamis, 18 Februari 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Kecanduan seks dengan menonton video porno. (Beritajatim.com)

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM -- Berapa kali dalam sehari Anda memikirkan seks? Seberapa sering Anda merasakan keinginan untuk melakukan hubungan seks? Jika ternyata Anda sering mengalami hal itu, maka bukan tidak mungkin Anda sudah masuk kategori terobsesi pada seks.

Seseorang disebut terobsesi atau malah kecanduan seks jika terus-menerus memikirkan masalah yang satu ini. Di Amerika Serikat, diperkirakan ada 30 juta orang yang mengalami gangguan ini.

Banyak pihak menyebut maraknya pornografi sebagai salah satu pencetus makin banyaknya orang yang terobsesi pada seks. Namun selain pornografi, kecanduan seks pada seseorang dipicu oleh banyak faktor, seperti masalah sosial, psikologis, emosional atau memang kelainan. Berikut beberapa faktornya, dilansir Easy Good Health.

1. Kondisi mental

Banyak penelitian mengungkap gangguan mental sering ditemukan pada para hiperseks. Depresi disebut sebagai salah satu pemicu utama kecanduan pada seks. Seseorang yang mengalami depresi sering melarikan diri pada seks. Baginya seks adalah satu-satunya hiburan. Gangguans mental lain yang sering dikaitkan dengan kecanduan seks adalah bipolar dan obsessive compulsive disorder.

2. Kecemasan

Ketika dilanda rasa cemas, banyak orang melarikan diri pada seks. Itu karena seks bisa menenangkan sehingga seseorang bisa melewati rasa sakit emosional yang dirasakannya. Namun dalam kasus ini, si penderita tidak dengan sengaja merencanakannya. Yang terjadi adalah ketika pikiran mengenai seks menyerang, mereka tidak bisa memikirkan hal lain.

3. Konsumsi obat-obatan tertentu

Terapi dopamin dan apomorphine juga disebut bisa membuat seseorang lebih terobsesi pada seks.

4. Pengalaman masa kecil

Banyak pecandu seks yang ternyata mengalami pelecehan seksual saat masih anak-anak.

5. Ketidakmampuan untuk belajar

Banyak orang yang memiliki ketidakmampuan belajar juga cenderung untuk kecanduan seks. Ini karena mereka mencoba menutupi kelemahan mereka dengan hal yang satu ini. Namun pendapat ini masih diperdebatkan, karena belum ada penelitian yang membuktikan asumsi ini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar