Aksi Kreatif Netizen, Udara Surabaya Bersih dengan Latar Belakang Gunung Bromo

  Kamis, 18 Februari 2021   Andres Fatubun
Akun @MakanMasak mengunggah foto gedung perkantoran di Jalan basuki dengan foto Gunung Bromo.

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Foto yang diambil Ari Wibosono dari Jalan Benyamin Sueb, Kecamayan Kemayoran, Jakarta Pusat, belum lama ini, dengan latar belakang pemandangan Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Bogor, menjadi bahan pembicaraan warganet (netizen).

Foto yang diunggah akun Twitter Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, @dinaslhdki mengundang polemik. Sebagian menyatakan itu hasil manipulasi, sebagian lainnya foto itu memang benar adanya. 

Akibat polemik tersebut bermunculan meme, hingga menular ke Kota Surabaya dan Malang. 

Akun @MakanMasak mengunggah foto gedung perkantoran di Jalan basuki dengan foto Gunung Bromo.

1

Kreatifitas mengedit foto ini juga dilakukan Akun @alexjourneyID. Dia menggunggah empat foto Kota Malang dan Batu dengan latar belakang Gunung Fuji. "Tempelan" Gunung Fuji dia jadikan juga latar belakang tol Malang-Surabaya.

2

Suhu Surabaya 
Hampir setahun lalu Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang kini menjabat sebagai Menteri Sosial mengklaim suhu di Surabaya mengalami penurunan hingga dua derajat Celsius. Pada awal Risma menjabat, suhu di Surabaya di kisaran 30-31 derajat celcius.

Namun, kata Risma, dengan banyaknya pembangunan ruang terbuka hijau, lambat laun suhunya semakin turun hingga 28-29 derajat celcius. 

"RTH ini terus ditambah, sampai suatu saat nanti, suhu Surabaya bisa mencapai 22 derajat celcius," kata Risma

Risma menyatakan akan terus menambah ruang terbuka hijau di Surabaya hingga mencapai 30 persen RTH untuk publik. Bagi dia, target itu sangat realistis mengingat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memanfaatkan lahan-lahan kosong dan sempadan sungai untuk dijadikan taman.

Berdasarkan data, hingga 2018, luas RTH di Surabaya 7.290,53 hektar atau sama dengan 21,79 persen dari luas wilayah. Total tersebut terdiri dari luas RTH Makam mencapai 283,53 hektar, RTH lapangan dan stadion 355,91 hektar, RTH telaga atau waduk atau bozem 192,06 hektar, RTH dari fasum dan fasos permukiman 205,50 hektar, RTH kawasan lindung 4.548,59 hektar, RTH hutan kota 55,81 hektar, RTH taman dan jalur hijau (JH) 1.649,10 hektar.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengapresiasi turunnya suhu udara di Kota Surabaya. Dia mengatakan, saat di berbagai negara berlomba-lomba menekan suhunya supaya tidak naik hingga 2 derajat Celsius, di Surabaya fenomenanya malah terbalik, dimana ada penurunan hingga 2 derajat celsius.

“Ini sesuatu yang sangat fenomenal dan benar-benar langka apabila kita cari di belahan bumi mana pun. Sehingga ini perlu diapresiasi setinggi-tingginya,” kata Dwikorita.

Menurutnya, fenomena di Surabaya ini sangat unik. Sebab, meskipun di Surabaya ada industri dan tingkat transportasi tinggi, tapi suhunya berhasil ditekan. Makanya, ia menyampaikan, informasi semacam ini sangat perlu disebarluaskan ke seluruh penjuru dunia.

“Harus banyak orang yang belajar dari sini. Ini penghargaan kepada Bu Wali yang telah sukses beradaptasi dalam mengatasi perubahan iklim global. Ternyata rahasianya sudah dibongkar juga tadi, yaitu penghijauan, penghijauan dan penghijauan,” ujarnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar