Polda Jatim Bongkar Kasus Peredaran Ribuan Gram Sabu Dalam Bungkus Teh Cina

  Kamis, 18 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ditresnarkoba Polda Jatim saat merilis kasus peredaran narkotika. (Polda Jatim)

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM -- Diresktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Jawa Timur membongkar kasus peredaran narkotika golongan 1 bukan tanaman, yakni sabu-sabu

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, mengatakan kejadian bermula dari informasi masyarakat di wilayah kawasan Kupang Gunung Timur, tepatnya di depan Balai RW 4 Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.

"Pada Selasa (16/2/2021) sore sekitar pukul 16.10 WIB, personel kami melakukan penangkapan terhadap tersangka IS. Saat itu, kami temukan barang bukti berupa 1 (satu) paket narkotika jenis Sabu dengan berat bruto 22,81 gram," kata Gatot, Kamis (18/2/2021).

Selanjutnya, IS digelandang ke Polda Jatim untuk diproses lebih lanjut.

"Kasus ini langsung dikembangkan lagi, alirannya darimana asal barang itu," lanjut dia.

Berdasarkan pengakuan tersangka IS menyebut barang bukti Sabu itu dibeli dari seorang pria berinisial HRS yang hingga kini masih diburu pihaknya.

"Yang tersangka IS adalah anak buah HRS (DPO)," singkatnya.  

Ketika pengembangan, pada Selasa (16/2/2021) petang,  personel dapat menemukan pelaku lain, yakni dengan melakukan penangkapan terhadap tersangka berinisial ES sesuai pengakuan dari IS. ES dibekuk saat sedang santai di kontrakannya, di Jalan Raya Suko Legok, Desa Legok Suko Kecamatan Sukodono, Kabuaten Sidoarjo. 

"Saat di dalam rumah kontrakan, kami menemukan barang bukti berupa lima bungkus narkotika jenis Sabu dengan berat bruto 5.521 (5,5 kg) gram dan 7 bungkus seberat 455 gram," jelas polisi dengan 3 melati dipundaknya itu.

Kepada penyidik, pelaku mengaku sabu seberat tersebut akan akan di jual tersangka dengan dijadikan paketan kecil.

Wadirresnarkoba Polda Jatim, AKBP Aris Supriono mengatakan penangkapan di 2 lokasi yang berbeda itu, yakni di Mojokerto dan Sidoarjo.

"Anggota terus mengembangkan hasil ungkap tersangka utama dan akhirnya kembali meringkus tersangka lain di Sidoarjo," papar dia.

Untuk mengelabuhi petugas, sambung Arif, 5 bungkus sabu itu sengaja dibungkus pelaku menggunakan wadah teh cina dengan berat 5,521 gram serta 7 bungkus plastik klip kecil berisi narkoba dengan berat 455 gram.

"Sesuai hasil interograsi terhadap ES, sabu yang kuasai merupakan milik RMB yang kini menjadi DPO, selain RMB, satu orang lain berinisial SNY juga menjadi DPO," pungkasnya.

Senada, Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Jatim Kompol Daniel Marunduri menuturkan, ES mengaku sudah 2 kali menerima sabu dari RMB untuk diedarkan. ES mengaku tertarik menjadi kurir lantaran diberi iming-iming imbalan puluhan juta rupiah.

"Kalau berhasil, tersangka ES akan mendapatkan imbalan Rp50 juta. Sampai saat ini, personel kami juga memburu 2 tersangka lain yang diduga menjadi bandar besar sabu," jelas dia.

Akibat memperdagangkan baramg haram itu, kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau seumur hidup.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar