Zona Merah di Jember Tinggal Satu Kecamatan

  Jumat, 19 Februari 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi virus corona. (pixabay)

JEMBER, AYOSURABAYA.COM -- Plh. Bupati Jember Hadi Sulistyo memimpin rapat evaluasi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro. Rapat evaluasi yang diikuti ketua RT se-Jember secara virtual pada Kamis, 18 Februari 2021 itu berlangsung di lantai dua Pendapa Wahyawibawagraha.

Dalam paparannya, sesuai data per tanggal 17 Februari 2021 pukul 13.00, terdapat satu kecamatan yang masuk zona merah, yakni Jombang.

Selebihnya ada 27 kecamatan yang masuk zona oranye. Sedang kecamatan yang berada di zona kuning dua kecamatan, yaitu Pakusari dan Sumberjambe.

Sementara situasi Covid-19 di Jember dibanding situasi nasional dan regional Jawa Timur, menunjukkan angka kematian (case fatality rate) Jember sebesar 6,18 persen atau lebih rendah jika dibanding dengan data provinsi yang sebesar 7,03

Sedang recovery rate atau angka kesembuhan di Jember sebesar 91,34 persen yang menunjukkan angka lebih tinggi dari provinsi dan nasional yaitu 89,27 persen dan 84,24 persen

Dalam kesempatan itu, Hadi Sulistyo juga menyampaikan adanya Peraturan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Nomor PER-1/PK/2021 tentang Percepatan Penyaluran Dana Desa untuk Mendukung Penanganan Corona Virus Disease 2019.

Peraturan DJPK tersebut ditetapkan tanggal 17 Februari 2021, dan baru diterima Pemkab Jember tanggal 18 Februari 2021 pukul 11.00 WIB.

“Saat ini sedang diproses penghitungan delapan persen dari pagu Dana Desa per desa oleh DPMD dan BPKAD,” terang Hadi.

Terkait perkembangan zona dalam penerapan PPKM Mikro, Hadi menjelaskan bahwa jumlah RT di Kabupaten Jember sebanyak 14.381.

Dari jumlah itu, zona kuning sebanyak 150 RT (1,04%) dan sebanyak 14.231 RT masuk dalam zona hijau (98,96%).

Sementara RT di wilayah perkotaan yang meliputi tiga kecamatan (Kaliwates, Sumbersari, Patrang) mencapai 1.664. Terdapat 86 RT masuk zona kuning (5,21%) dan zona hijau meliputi 1.565 RT (94,79%).

“Enam RT mengalami penurunan risiko, yakni semula berada di zona kuning bergeser ke zona hijau. Namun begitu ada lima yang dari kuning ke zona hijau,” terangnya.

Hadi Sulistyo juga memaparkan perkembangan pembentukan posko desa. Dari 248 desa dan kelurahan, sudah berdiri 89 posko sampai 17 Februari 2021 pukul 18.00.

Hadi Sulistyo menekankan agar para RT untuk mengingatkan warganya agar melaksanakan 5 M, yaitu mencuci tangan, majaga jarak, memakai masker, membatasi mobilitas, dan menjauhi kerumunan. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar