Tangani Covid-19, Sudah 5 Bulan Insentif Nakes di Malang Tak Cair

  Sabtu, 20 Februari 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Ratusan tenaga kesehatan (Nakes) di Kota Malang yang berada di garda depan penanganan Covid-19 belum mendapat insentif perawatan pasien sejak 5 bulan lalu atau September 2020. (Abhilash Jacob dari Pixabay)

MALANG, AYOSURABAYA.COM – Ratusan tenaga kesehatan (Nakes) di Kota Malang yang berada di garda depan penanganan Covid-19 belum mendapat insentif perawatan pasien sejak 5 bulan lalu atau September 2020.

Sekira 281 nakes ini baru mendapat insentif sejak awal pandemi hingga Agustus 2020 saja.

Puluhan Santri di Jember Pingsan usai Disuntik Vaksin Sinovac?

Asap Batok Kelapa Jadi Obat Covid-19? Ini Penjelasannya

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Sri Winarni mengatakan, rata-rata per bulan besaran insentif para nakes mencapai Rp1 miliar. Jika belum terbayarkan sejak September tahun lalu. Maka total insentif untuk nakes di Kota Malang yang belum terbayar sebesar Rp5 miliar karena belum terbayarkan 5 bulan.

“September sampai Desember sedang diusulkan mekanismenya ke Kementerian Kesehatan. Rata rata per bulan 281 nakes. Rata-rata insentif per bulan Rp1 miliar,” ujar Sri Winarni, Jumat (19/2/2021), seperti diberitakan beritajatim.com.

Campuran Jeruk Nipis, Madu, dan Air Kelapa, Jadi Obat Alami Covid-19?

Ampuh Cegah Corona, Perokok Aktif Lebih Aman dari Covid-19?

Sri Winarni mengungkapkan, besaran insentif untuk para nakes masing-masing besarannya berbeda. Semuanya telah diatur oleh Kementerian Kesehatan. Dinas Kesehatan hanya melakukan pendataan.

Di Kota Malang meski insentif belum terbayarkan, Sri Winarni mengklaim tidak ada gejolak dari para nakes. Sehingga Dinkes Kota Malang saat ini memilih memasukan indikator nakes penerima insentif melalui aplikasi milik Kemenkes RI.

Vaksin Covid-19 Dipasangi Chip 5G?

PSBB Jawa-Bali Diperpanjang hingga 28 Maret 2021?

“Tidak ada gejolak apa-apa, jadi tidak perlu diredam. Sejak Desember masing-masing nakes melalui puskesmas memasukan semua indikatornya, yang harus masuk di dalam aplikasi insentif Nakes itu dari Kemenkes,” kata dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar