Puluhan Korban Longsor Nganjuk Keracunan Mi Ayam Berformalin, 3 ke Rumah Sakit

  Sabtu, 20 Februari 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Puluhan orang korban longsor di Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, diduga keracunan mi ayam yang mengandung formalian yang berasal dari donatur, bukan dari dapur umum pengungsi. (Pixabay)

NGANJUK, AYOSURABAYA.COM – Puluhan orang korban longsor di Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, diduga keracunan mi ayam yang mengandung formalian yang berasal dari donatur, bukan dari dapur umum pengungsi.

"Saya perintahkan dari reskrim mengambil sampel mi, kuah, saus, kecap dan juga sayuran yang dicampur. Tadi malam sudah minta bantuan untuk food security dari kedokteran di Nganjuk. Nitrit nol, sianida nol, arsenin nol, tapi formalin 10," kata Kapolres Nganjuk AKBP Harviadhi Agung Pratama di Nganjuk, Jumat (19/2/2021).

Daftar Makanan Sehat yang Murah Meriah, Cocok saat Pandemi Corona

Sering Salah, Begini 8 Cara Masak Sayur agar Gizinya Tak Rusak

6 Tanda Kekebalan Tubuh Melemah, Termasuk Lelah Terus

Dia mengatakan, dengan hasil penelitian tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa masyarakat mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, dan pusing akibat makan mi ayam yang mengandung formalin tersebut.

Laporan keracunan makanan itu diterimanya pada Kamis (18/2/2021) sekira pukul 22.00 WIB. Terdapat beberapa orang di posko penanganan bencana dan pengungsian yang mengalami gejala mual, muntah, dan pusing.

Polres Nganjuk pun menurunkan tim dari satreskrim untuk penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, masyarakat yang mengalami gejala tersebut sejumlah 44 orang.

5 Manfaat Susu Unta yang Menyehatkan, Dapat Meningkatkan Kekebalan Tubuh

3 Jenis Herba yang Dipercaya Memperkuat Daya Tahan Tubuh

3 Cara Mengolah Sambiloto, Obat Alami Tingkatkan Imun Tubuh saat Pandemi Covid-19

"Saat ini tiga orang di RSUD Nganjuk, satu orang di RS Bhayangkara, dan 7 orang di Puskesmas Ngetos. Untuk 33 orang mengalami gejala ringan sehingga rawat jalan," kata dia.

Pihaknya juga mengevaluasi hasil penyelidikan keracunan makanan tersebut. Dari hasil pemeriksaan, warga keracunan dari mi ayam yang dikonsumsi tersebut. Makanan itu pemberian donatur bukan yang dimasak dari dapur umum di posko.

Mi itu bantuan dari beberapa orang yang mengatasnamakan diri dalam paguyuban Mi Ayam Surabaya. Polisi juga langsung menindaklanjuti dengan menghubungi nomor kontak di paguyuban, yakni warga Sidoarjo dan satunya adalah warga Malang.

Minum Kopi Sebelum Sarapan, Menyehatkan atau Membahayakan?

Ibu Hamil Jangan Minum Kopi dan Air Dingin, Benarkah?

"Kami sudah kontak identitas dan keberadaan. Siang ini saya perintahkan reskrim untuk penjemputan. Dua orang akan kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut di Polres Nganjuk. Apabila ada unsur pidana, kami tingkatkan untuk proses lebih lanjut," kata dia.

Namun, dia juga mengatakan dari 44 korban yang terdata itu saat ini kondisinya sudah membaik. Dia berharap mereka semua segera pulih.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar