Kasus Narkoba Jombang: Orangtua Jadi Pengedar, Anak dan Menantu Jadi Bandar

  Sabtu, 20 Februari 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi. (Steve Buissinne dari Pixabay)

JOMBANG, AYOSURABAYA.COM -- Potret keluarga suram muncul di Jombang, Jawa Timur. Betapa tidak, satu keluarga ini mengendalikan bisnis barang haram. Anak dan menantu menjadi bandar narkoba, sedang kedua orangtua sebagai pengedarnya.

Kini empat orang ini ditetapkan sebagai tersangka. Mereka menjadi penghuni jeruji besi di tahanan Polres Jombang. 

“Empat orang tersebut kita tetapkan sebagai tersangka. Saat ini menjalani pemeriksaan untuk pengembangan kasusnya,” kata Kepala Satuan Reserse dan Narkoba Polres Jombang AKP Mochamad Mukid, Sabtu (20/2/2021).

Kedua orangtua ini masing-masing JH alias Bapak (46) dan AW (40). Sedangkan anak dan menantunya adalah EFH (25) dan VW (22).

Mukid menjelaskan, penangkapan empat orang dalam satu keluarga itu dilakukan secara berantai. Hal itu berdasarkan pengembangan dari kasus sebelumnya. Petugas kemudian melakukan penyanggongan. 
“Akhirnya kita lakukan penggerebekan,” ujarnya.

Selain menangkap JH dan AW, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, lima plastik klip yang berisi sabu dengan berat bervariasi, antara 0,27 hingga 1,80 gram. Kemudian seperangkat alat hisap, korek api, dua unit HP (hand phone), serta uang Rp700 ribu.

Sementara dari EFH o dan VW, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang cukup fantastis. Di antaranya, sabu seberat 4 ons lebih yang dikemas berbagai ukuran dan 128 ribu butir pil koplo. Barang haram tersebut sudah dikemas dan siap edar.

“Barang bukti yang kita sita sangat banyak. Nilainya mencapai Rp 1 miliar,” lanjut Mukid.

Baik EFH maupun VW tak bisa berbuat banyak ketika digerebek aparat. Mereka hanya pasrah ketika digelandang ke kantor polisi. Atas perbuatannya pasutri berambut pirang ini dijerat Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) yo Pasal 132 ayat (1) UURI No.35 th 2009 tentang Narkotika.

“Mereka juga kita jerat Pasal 196 UURI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Karena dengan sengaja turut serta melakukan tindak pidana mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standart persyaratan keamanan,” pungkas Mukid.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar