Pandemi Tak Kunjung Selesai, Rezeki Pelukis Jadi Seret

  Minggu, 21 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi pelukis dan karyanya. (Pixabay )

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Dampak pandemi Covid-19 disarakan juga seniman pelukis. Salah satunya Imam Buchori yang biasa mangkal di sebelah Apotek Simpang Surabaya.

Akibat pandemi, ia mengaku orderan menjadi sepi sejak awal tahun 2020 hingga saat ini. 

Kepada ayosurabaya.com, Imam menjelaskan telah melakukan beragam upaya agar karyanya bisa tetap dinikmati khalayak dan menjadi pundi-pundi rupiah baginya. Sayangnya, usahanya itu tidak sesuai dengan harapannya. 

"Sebelum pandemi, perhari bisa 2 sampai 3 kali pesanan. Nah sekarang sedikit," katanya.

Imam mengaku, selama pagebluk hanya memperoleh dua sampai tiga orderan saja dalam sepekan. Itu pun masih terbilang sangat jarang. Bahkan, lanjut Imam, ia sering memperoleh satu pesanan saja setiap minggunya. 

"Selama pandemi, seringnya cuma bijian, yang sering itu 1 lukisan per minggu, itu udah alhamdulillah," sambung pria asal Mulyorejo Surabaya itu.

Untuk menyambung nyawa, Imam memilih area ruko yang menjadi Cagar Budaya di Surabaya sebagai tempat untuk melukis dan menujualnya. Selain strategis berada di jantung kota, Imam menyebut banyak orang yang berlalu lalang dan melihat hasil karyanya. Karyanya ini dibanderol antara Rp1 juta sampai Rp1,5 juta.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar