Gubernur Khofifah: PPKM Mikro Berdampak Signifikan Turunkan Penularan Covid-19

  Minggu, 21 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat menyaksikan proses vaksinasi Covid-19 di Gresik, Sabtu (30/1). (khofifah.ip)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan intervensi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro sangat efektif menurunkan penyebaran Covid-19. Menurutnya, evaluasi PPKM Mikro tahap pertama yang diberlakukan sejak Selasa (9/2/2021) menggembirakan. 

"Dari data yang ada, kami lihat terdapat banyak hasil yang menggembirakan, dari berbagai indikator epidemiologis," beber Khofifah, Minggu (21/2/2021). 

Berdasarkan data yang ia peroleh, ada penurunan jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di Ruang ICU ataupun isolasi biasa. 

AYO BACA : Akui Berselingkuh dengan Nissa Sabyan karena Khilaf, Ayus Minta Didoakan

"Pelaksanaan PPKM Mikro tahap pertama, memang mampu menurunkan penyebaran Covid-19 di Jatim," katanya. 

Data yang diperoleh AyoSurabaya.com dari Pemprov Jatim menyebutkan, selama PPKM pertama, PPKM kedua, hingga PPKM Mikro, Bed Okupansi Rate (BOR) Isolasi biasa di Jatim menurun dari 79% menjadi 46%. Pada BOR ICU pun demikian, turun dari 72% menjadi 57%. Dengan begitu, tingkat keterisian RS di Jatim sesuai syarat dari WHO, yaitu dibawah 60%. 

Khofifah menegaskan, sebelum penerapan PPKM Mikro, ada 210 Rukun Tetangga (RT) yang menjadi zona merah di Jatim. Data tersebut sesuai kriteria Gugus Tugas Covid-19 Nasional, dengan spesifikasi 10 warga terindikasi positif Covid-19 dalam sepekan terakhir. Namun, pada akhir PPKM Mikro, RT Zona dinyatakan nihil. 

AYO BACA : Terjunkan 316 Personel, PLN Jatim Antisipasi Ancaman Pohon Tumbang

Gubernur Khofifah lantas meminta beberapa kepala daerah yang dapat menekan angka penyebaran Covid-19 di wilayahnya agar memberi rekomendasi yang strategis supaya bisa diadaptasi sejumlah daerah lain sebagai percontohan. 

"Hal ini, nantinya akan bisa menjadi percontohan dalam pelaksanaan PPKM Mikro tahap selanjutnya di Jatim. Sehingga, hasilnya akan semakin optimal," jelas dia. 

Orang nomor 1 di Jatim itu menuturkan, Zona merah di Jatim per Sabtu (20/2/2021) hanya tinggal 1 Kabupaten saja yakni Kabupaten Jombang. 

Maka dari itu, Khofifah mengklaim PPKM pertama, kedua, dan Mikro telah menunjukkan hasil yang signifikan. Meski demikian, sambungnya, masih diperlukan upaya lebih besar lagi agar penyebaran Covid-19 di Jatim melalui perpanjangan PPKM Mikro dapat menurun atau bahkan tak ada sama sekali. 

"Saya berpesan, agar masyarakat (Jatim) jangan sampai lengah. Terus tingkatkan disiplin penerapan prokes," tandasnya.

AYO BACA : Gubernur Khofifah Perkenalkan Nama Cucu Pertamanya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar