Harga Cabai di Surabaya Naik, Rp90 Ribu per Kg

  Senin, 22 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Sa'diah (30), pedagang mracangan menunjukan cabai rawit saat berada di lapaknya kepada AyoSurabaya.com saat berada di Pasar Pagesangan Surabaya, Senin (22/2/2021). Sejak Januari 2021, harga cabai naik, bahkan pernah menembus Rp95.000/kg. (Ayosurabaya.com/Pradityia Fauzi Rahman)

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM – Harga cabai rawit meningkat 100%, bahkan lebih, di 2 pasar di Surabaya. Penyebabnya, produksi atau panen dari petani yang minim.

Pedagang cabai rawit di Pasar Pagesangan Surabya, Alimin, mengatakan, harga cabai meningkat 2 kali lipat dari harga normal sejak Januari 2021.

"Sekarang harganya Rp90.000 /kg, sebelumnya itu lebih murah sedikit, Rp 80.000," katanya, di lapaknya, Senin (22/2/2021).

Pedagang Tanaman Bonsai di Sidoarjo Raup Ratusan Juta Rupiah dalam Sehari

Alimin mengatakan, harga cabai pernah menembus angka RP 95.000. "Itu pas awal tahun," kata wanita 51 tahun itu.

Kenaikan harga cabai terjadi pada semua jenis, mulai dari cabai rawit, ale, besar, sampai keriting.

Sementara itu, pedagang cabai lainnya, Sa'diyah, mengaku miris dengan meningkatnya harga cabai sejak awal tahun ini. Dia menilai, harga cabai mulai meningkat usai bencana alam meletusnya Gunung Merapi beberapa waktu lalu.

7 HP Murah Samsung Februari 2021, Rp1 Jutaan hingga RAM 6 GB

"Mari Merapi mbledos iku wes mundak, Mas. Kabeh jenis lombok mundak. Soale sing ngirim paling gede teko kono, noemal e kan Rp50.000 (Setelah Merapi meletus itu sudah naik, Mas. Semua jenis lombok naik. Soalnya pengirim/pemasok cabai paling banyak kan dari Lumajang dan sekitarnya, normalnya Rp50.000)," kata dia.

Wanita yang akrab disapa Bu Dyah itu mengungkapkan, pembeli juga merasa terbebani dengan harga cabai yang meningkat. Kendati demikian, masyarakat sekitar Pasar Pagesangan masih rutin membeli cabai untuk kebutuhan bumbu dapur sehari-hari.

Tak jarang pelanggannya membeli sembari menggerutu lantaran harga cabai yang kian meroket. Begitupun dengan dirinya, yang hanya bisa membeli hingga 15 kilogram saja dalam satu kali kulak. Padahal, sebelum pandemi Covid-19, dia bisa kulak cabai hingga 30 kilogram.

Harga Cabai di Magetan Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

"Sing tuku gak masalah seh, tetep tuku tapi yo ngunu karo ngecemes tukune. Sing sering dituku iku cabe ngene iki (rawit), kapasitas e lek tuku dikurangi goro-goro regone mundak. Lek sakdurunge covid aku kulak sampek 30 kilogram, Mas. (Yang beli ya tidak masalah sih, tapi ya begitu beli sambil menggerutu. Yang sering dibeli cabai rawit, belinya sekarang dikurangi kuantitasnya karena haeganya naik. Sebelum Covid-19 itu saya bisa kulak sampai 30 kiogram)," tuturnya.

Dyah berharap pemerintah segera menekan harga komoditas pokok yang dibutuhkan masyarakat tersebut. Dengan demikian, penjualan dan pembelian dapat kembali normal dan tak mengalami kendala lagi.

Harga cabai di Jatim mulai naik sejak awal tahun 2021. Sesuai data dari Sistem Informasi Ketersediaan Perkembangan Bahan Pokok Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Siskaperbapo Disperindag) Jatim, harga cabai rawit mencapai Rp72.104 per kilogram, cabai merah besar keriting Rp48.528 per kilogram, dan cabai merah besar biasa Rp32.953 per kilogram.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar