Santunan untuk 17 Ahli Waris Pasien Covid-19 Meninggal di Ponorogo Dibatalkan

  Senin, 22 Februari 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi pasien Covid-19. (ayosurabaya)

PONOROGO, AYOSURABAYA.COM -- Para ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal harus gigit jari. Pasalnya, janji dari kementerian Sosial yang akan menyantuni senilai Rp 15 juta, bagi ahli waris bagi pasien Covid-19 yang meninggal akhirnya tidak terealisasikan. Hal itu, setelah keluar surat bernomor 150/3.2/BS.01.02/02/2021 dari Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI.

“Jadi tanggal 18 Februari lalu, kami menerima surat dari Dirjen Lipjamsos Kemensos yang intinya santunan untuk ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal dibatalkan,” kata Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Ponorogo, Supriyadi, Senin (22/2/2021).

Dalam surat tersebut, kata Supriyadi dibatalkannya santunan itu dikarenakan pada tahun anggaran 2021, tidak tersedia alokasi anggaran santunan korban meninggal karena Covid-19. Praktis 17 ahli waris yang sudah diusulkan ke Kemensos pada bulan September tahun lalu terancam batal.

“Surat itu menjelaskan jika usulan santunan untuk kematian karena Covid-19 tidak bisa disalurkan karena tidak dianggarkan,” katanya.

Mulai hari ini, kata Supriyadi, pihaknya alan segera mensosialisasikan kebijakan terbaru tersebut kepada ahli waris.

“Kami berharap seluruh ahli waris bisa memahami kondisi keuangan negara,” katanya.

Kementrian Sosial sebelumnya mengeluarkan kebijakan santunan terhadap ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal. Ahli waris nantinya akan mendapatkan santunan sebesar Rp 15 juta. Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran Kementerian Sosial RI Nomor 427/3.2/BS.01.02/06/2020, tentang Penanganan Perlindungan Sosial Bagi Korban Meninggal Dunia Akibat Covid-19. 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar