Dampak Vaksinasi Covid-19, Kasus HIV dan Kanker Naik, Benarkah?

  Selasa, 23 Februari 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Seorang tenaga kesehatan atau Nakes menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Kamis (14/1/2021). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM -- Beredar klaim di media sosial yang menyebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 berdampak pada penambahan jumlah penderita HIV dan kanker.

Dikutip dari Covid19.go.id, sebuah akun Instagram dengan anama dr_lois7 mengunggah cuplikan foto yang menyebut dampak vaksinasi bagi kesehatan.

Sejumlah penyakit mulai dari HIV, kanker, diabetes, hingga stroke dan autisme disebutkan sebagai dampak negatif vaksinasi flu. Berikut narasinya:

Puluhan Santri di Jember Pingsan usai Disuntik Vaksin Sinovac?

Asap Batok Kelapa Jadi Obat Covid-19? Ini Penjelasannya

“Inilah daftar penyakit akibat semua Vaksin!! Vaksin Flu sama dgn vaksin Covid. Mereka cuma pura2 aja meneliti. Buktikan bhw setelah di vaksin maka kasus HIV dan kanker akan meledak!! Vaksin FLu Vaksin paling beracun di dunia!”

Penjelasan

Menurut laman Turnbackhoax.id, klaim tentang bahaya efek samping vaksinasi sudah terbantahkan sejak dulu.

Laman CDC Amerika Serikat, misalnya, menuliskan bahwa vaksinasi tidak menyebabkan seseorang mengalami autisme. Penelitian tentang dampak autisme terhadap vaksin pun sudah resmi dinyatakan sebagai hoaks oleh kalangan medis.

Sementara itu melansir laman Health Line, masalah serius yang terjadi akibat vaksinasi sangatlah sedikit. Efek samping memang ada, tapi biasanya dalam kategori ringan.

Sejumlah efek samping vaksinasi antara lain nyeri otot, kemerahan di bagian yang disuntik, demam, kelelahan, dan sakit kepala.

Campuran Jeruk Nipis, Madu, dan Air Kelapa, Jadi Obat Alami Covid-19?

Ampuh Cegah Corona, Perokok Aktif Lebih Aman dari Covid-19?

Efek samping vaksin flu mirip dengan efek samping vaksinasi Covid-19, yang saat ini sudah teruji secara klinis.

Sementara itu, infeksi HIV-AIDS tidak terjadi karena penyuntikan vaksinasi Covid-19. Pada Desember 2020 lalu, memang sempat beredar klaim bahwa uji coba salah satu vaksin Covid-19 di Australia telah membuat para relawan positif terinfeksi HIV.

Namun, menurut verifikasi Reuters, klaim ini keliru. Vaksin yang dimaksud adalah vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi CSL dan University of Queensland, Australia.

Vaksin Covid-19 ini menggunakan fragmen kecil protein virus HIV untuk menstabilkan vaksin. Produksi dihentikan setelah uji coba menunjukkan bahwa antibodi yang dihasilkan sebagai respons terhadap fragmen protein itu dapat menyebabkan hasil positif palsu dalam beberapa tes HIV.

Vaksin Covid-19 Dipasangi Chip 5G?

PSBB Jawa-Bali Diperpanjang hingga 28 Maret 2021?

CSL mengatakan, “kandidat vaksin tidak mengandung virus HIV dan tidak ada kemungkinan dapat menyebabkan HIV”. Tes lanjutan pun menunjukkan tidak ada virus HIV di tubuh para relawan.

Sementara itu, dikutip dari laporan Live Science, tidak ada cara bagi vaksin untuk menyebabkan infeksi HIV karena mengandung fragmen protein yang tidak berbahaya.

Sama halnya dengan kanker, yang 40 persen kasusnya di dunia terjadi karena virus, di antaranya kanker hati dan kanker serviks.

Dikutip dari situs resmi Preventive Medicine Cancer Care (PMCC) Denver, hingga kini, belum ada penelitian yang menemukan bukti bahwa vaksin mengarah pada risiko kanker yang lebih tinggi. Menurut sebuah publikasi, selama 1955-1963, memang terdapat sebuah virus yang dikaitkan dengan vaksin polio. Virus itu dikenal sebagai SV40, yang kemungkinan terkait dengan peningkatan risiko kanker.

Jokowi Resmi Tunjuk Risma Gantikan Anies Baswedan?

Teh Jahe Resmi Jadi Obat Alami yang Bisa Atasi Covid-19?

Namun, publikasi itu juga menyatakan tidak ada bukti yang cukup soal peningkatan risiko tersebut. “Penting untuk dicatat bahwa satu-satunya alasan adalah kontaminasi virus SV40, yang bukan merupakan bagian dari vaksin polio. Kontaminasi juga tidak ada lagi dalam vaksin polio modern yang diberikan kepada pasien,” demikian penjelasan PMCC Denver.

Justru, menurut PMCC Denver, banyak penelitian saat ini yang mulai memberikan bukti bahwa vaksin bisa bermanfaat dalam menurunkan risiko kanker. Alasan utama di balik ini adalah karena ada virus tertentu yang diketahui menyebabkan perubahan pada DNA tubuh manusia (seperti HPV).

Kesimpulan: Hoaks

Baik vaksinasi Covid-19 maupun vaksinasi flu aman dilakukan dan tidak menyebabkan kanker hingga HIV-AIDS.

8 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Jika Terpaksa Keluar Rumah

Meski Tak Punya Gejala Corona Covid-19, Segera Tes Jika Alami 3 Hal Ini

Kasus Covid-19 Surabaya Didominasi Klaster Keluarga, Cegah dengan Cara Ini!

Ada efek samping yang mungkin timbul seperti bengkak, kemerahan, hingga nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan. Namun tidak ada efek samping yang menyebabkan masalah kesehatan serius.
   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar