Ini Pentingnya Doa Pemimpin saat Hujan dalam Islam

  Selasa, 23 Februari 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Ini Pentingnya Doa Pemimpin saat Hujan dalam Islam. (Pixabay)

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM -- Imam Asy-Syafii dalam kitab Al-Umm menyebutkan, pada masa Rasulullah SAW sahabat pernah meminta Rasulullah SAW untuk berdoa agar Allah SWT menurunkan hujan. Diriwayatkan hujan pun turun sangat lebat, selama sepekan dan sahabat yang minta turun hujan pun kembali meminta Rasulullah berdoa agar hujan berhenti.

Setelah salah seorang sahabat mendatangi Rasulullah dan memintanya untuk berdoa agar turun hujan maka Rasulullah SAW pun menurutinya. "Rasulullah pun berdoa kepada Allah maka hujan pun turun," kata Imam Syafii.

Ulama Banyak yang Wafat, Pertanda Kiamat Sudah Dekat?

Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Akan Terhubung lewat Terowongan

Dikisahkan, setelah hujan turun begitu lebat dengan durasi yang panjang selama sepekan, sahabat yang minta turun hujan pun kembali meminta Rasulullah berdoa agar hujan berhenti.

"Maka kemudian seorang mendatangi Rasulullah lalu berkata, Wahai Rasulullah, rumah-rumah telah hancur, jalanan telah terputus, dan hewan-hewan ternak sudah  binasa," katanya.

Mendengar permintaan itupun Rasulullah bangkit dan berdoa, "Wahai Allah turunkanlah hujan ke puncak-puncak gunung, bukit-bukit, lembah-lembah, dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan."

Surah Al-Jumu'ah dan Terjemahannya

Surat Yasin Arab dan Terjemahan Bahasa Indonesia

Setelah Rasulullah selesai berdoa, mendadak awan hujan pun tersibak dari angkasa kota Madinah seperti tersibaknya kain. Hujan yang mengguyur Madinah dan sekitarnya selama sepekan itu pun langsung berhenti setelah Rasulullah selesai berdoa.

Imam Syafi'i menyarankan apabila kekeringan terjadi atau air mulai berkurang di sungai mata air atau sumur. Dan hal  itu terjadi di kota maupun di daerah pelosok yang didiami kaum muslimin maka seorang Imam atau pemimpin segera melakukan suatu (berdoa) melalui Salat Istisqa untuk memohon agar turun hujan.

"Orang sudah memohon turunnya hujan, namun hujan belum turun juga, maka saya nyatakan mustahab baginya untuk mengulangi doanya dan mengulangi lagi sampai hujan turun," katanya.

Surat An-Naba Arab dan Terjemahan Bahasa Indonesia

3 Negara dengan Populasi Muslim Terbanyak di Dunia Tahun 2060, Indonesia Tergeser 

Imam Syafii menyampaikan, jika seorang imam atau pemimpin pada saat kekeringan tidak Salat Istisqa maka tidak perlu dibebani kafarah atah mengqada. Salat Istisqa bukan yang diwajibkan dalam syariat. Akan tetapi, Imam Syafii menyayangkan pemimpin yang tidak Salat Istisqa saat kekering pastinya akan kehilangan pahala sunnah.

"Karena memang tidak ada salat yang hukumnya wajib selain hanya Salat 5 waktu,"  katanya.

Di dalam hadis Rasulullah SAW terdapat dalil yang menunjukkan bahwa ketika kekeringan terjadi pada mulanya Rasulullah tidak melakukan permohonan turunnya hujan dalam bentuk apapun. Rasulullah baru memohon turun hujan setelah kekeringan terjadi beberapa waktu lalu.

4 Cara Mencintai Rasulullah SAW dan Manfaatnya

Atas dasar itulah, maka Imam Syafii menyatakan bahwa seorang Imam tidak boleh tidak melakukan permohonan turunnya hujan. Namun, jika seorang Imam tidak melakukan hal itu maka Imam Syafii tidak berpendapat bahwa orang-orang boleh mengabaikan permohonan hujan.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar