Menjajal Kuliner Khas Surabaya Penyetan Mak Yeye, Pedas Muantepp Poll

  Rabu, 24 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Suasana pengunjung yang mengantre di nasi sambal penyetan Mak Yeye di Jalan Jagir Wonokromo Wetan, Kota Surabaya. Rabu (24/2/2021).

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM -- Siapa yang tak kenal Sego Sambel Yeye. Kuliner khas Surabaya ini sudah eksis selama lebih dari 40 tahun.  

Dari rupanya, hidangan Mak Yeye sama dengan nasi sambal penyetan lain. Namun dari segi rasanya, Mak Yeye yang berlokasi di Jalan Jagir Wonokromo Wetan ini jelas berbeda.

Mak Yeye baru melayani pelanggan mulai sore hingga malam saja. Para penikmat kuliner malam mulai mengantre di sekitar lapak. Bahkan, ada yang rela ngemper (duduk di pinggiran jalan) hanya demi mendapatkan seporsi penyetan ala arek Suroboyo itu.

IMG-20210223-WA0059

Kepada ayosurabaya.com, cucu dari Mak Yeye, yakni Dwi Sintasari mengatakan, persiapan sebelum buka semalaman itu dilakukan sejak siang. Untuk pembuatan sambal saja, nyaris seharian. 

Dwi menjelaskan, Mak Yeye memiliki 14 karyawan. Mereka mengolah sekitar 25 kilogram cabai rawit beserta 1 hingga 1,2 kuintal tomat setiap hari untuk sambalan. 

AYO BACA : 5 Nasabah BRI Bojonegoro Lapor Saldo di ATM-nya Raib

Sedangkan untuk lauk pauk yang disajikan, iwak P atau ikan pari, bisa mencapai 60 kg per harinya. Begitu juga dengan telur yang menghabiskan sekitar 1 kuintal.

Dwi menjelaskan ada trik khusus untuk pengolahan iwak P. Ketika pesanan iwak P datang sekitar pukul 20.00 WIB, ikan tersebut tidak didiamkan atau disimpan, melainkan langsung masuk dalam wajan penggorengan. Selain untuk menghindari aroma apek, hal tersebut pun agar ikan tetap fresh ketika disajikan.

IMG-20210223-WA0057

Menurut Dwi, ia selalu menjaga kualitas bahan pokok yang digunakan sejak zaman neneknya berjualan, baik sambalan, nasi, maupun lauk pauk. 

Untuk proses penyetnya sendiri, Dwi mengatakan cukup mudah dan sama dengan penyetan lainnya. Prosesnya dengan memasukan bahan sambalan seperti terasi, tomat, cabai rawit, garam, hingga gula kemudian diulek. 

"Mereka (pelanggan) biasanya hafal, rasa sambalnya Mak Yeye. Bisa pesen pedes atau manisnya juga,” beber dia sembari meladeni pelanggan yang memesan iwak P, tempe, dan telor. Rabu (24/2/2021).

AYO BACA : Gubernur Khofifah: Pecel Telo Kuliner Wajib di Lumajang, Rasanya Endeus Banget

Harga satu porsi penyetan Mak Yeye relatif murah, antara Rp11.000 sampai Rp16.000. 

Pada waktu normal, Mak Yeye buka mulai pukul 22.00 WIB hingga 03.00 WIB. Namun saat pandemi Covid-19, kuliner khas Surabaya ini buka mulai pukul 15.00WIB hingga 21.00 WIB dengan syarat menerapkan protokol kesehatan.

Mak Yeye dan Tukang Becak
Dwi mengisahkan penyetan Mak Yeye dibuat oleh neneknya yang bernama Supiani. 

Kata Dwi, penyetan Mak Yeye buka sekitar tahun 1980-an di di dalam Pasar Wonokromo Surabaya (sekarang menjadi Darmo Trade Center). Namun, sekitar tahun 90-an, lokasi Mak Yeye pindah akibat kebakaran 

Ketika awal berjualan, hidangan yang disajikan bukan penyetan iwak P seperti saat ini. Tetapi kotokan iwak P yang dimasak menggunakan campuran santan namun tetap mempertahankan citarasa pedas.

IMG-20210223-WA0062

Sayangnya, dagangan Mak Yeye berupa kotokan itu kurang diminati. Bahkan sering bersisa lantaran tidak laku. Mak Yeye kemudian membagikannya ke tukang becak. Kotokan yang dibagikan sudah berupa penyetan. 

Tapi dasar rezeki, justru dari sanalah para tukang becak menaruh hati pada masakan Mak Yeye. Dwi menyebutnya semua serba kebetulan. Sejak itu, Mak Yeye lantas mengganti menunya dengan aneka penyetan, termasuk menu yang paling disukai yaitu iwak P.

AYO BACA : Gubernur Khofifah: Sego Gegok Trenggalek Dijamin Bikin Ketagihan

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar