Usai Diberitakan, Slamet yang Lumpuh Selama 21 Tahun Didatangi Anggota DPRD Kota Surabaya

  Rabu, 24 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Sekretaris Komisi C DPRD Kota Surabaya, Agung Prasojo, menyidak rumah gubuk yang dihuni Slamet Widodo dan ibunya Fatimah di kawasan Sukomanunggal Baru PJKA RT 3 RW 5, Rabu (24/2/2021). (ayosurabaya/Praditya Fauzi Rahman)

SUKOMANUNGGAL, AYOSURABAYA.COM -- Kisah Slamet Widodo (21) mulai mencuri perhatian publik. Usai diberitakan sebelumnya oleh ayosurabaya.com, Slamet yang lumpuh sejak kelahiran prematur selama 21 tahun lantas mendapat perhatian dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Surabaya, Agung Prasojo, mengatakan pemerintah telah memberikan bantuan mulai dari BLT, BST, hingga makanan untuk keluarga Slamet. Namun yang belum dilakukan adalah relokasi rumah Slamet yang saat ini tidak kayak huni. 

"Sebetulnya, kalau saya lihat dari surat-surat yang dimiliki, ada BST, dan lain-lain sudah ada secara aturan dan sosial. Nah, permasalahannya ini kan hunian dia, ini kurang layak," terang Agung saat berada di lokasi, Rabu (24/2/2021).

IMG-20210223-152318

Agung menambahkan, untuk permasalahan hunian perlu melakukan perbaikan dari instansi terkait. Namun, ia mempertanyakan status tanah yang ditinggali Slamet dan ibunya Fatimah.

"Kalau saya ngomong ini, sebenarnya simpel, diuruk aja selesai, bisa Pemkot (Surabaya). Cuma saya tanya, ini tanah siapa?" tanya anggota Fraksi Golongan Karya (Golkar) itu.

AYO BACA : Menjajal Kuliner Khas Surabaya Penyetan Mak Yeye, Pedas Muantepp Poll

Agung pun mengapresiasi langkah cepat oleh pihak terkait, yakni Bhabinkamtibmas dan aparatur Kecamatan Sukomanunggal perihal bantuan kepada Slamet. 

"Pak Camat sudah saya hubungi, artinya butuh hunian yang layak. Kalau ke rusun, nanti kita dorong, saya hubungi Sekda," jelasnya.

Berdasarkan laporan dari RW setempat, Slamet mengalami sakit sedemikian rupa sejak lahir prematur hingga menyebabkan ia lumpuh. Agung pun mendorong pihak terkait, baik dari Dinkes, Dinsos, maupun pihak terkait untuk segera melakukan penanganan terhadap kondisi kesehatan Slamet.

"Dia ini sudah sakit sejak kecil saya sudah kontak Dinsos, dia punya KIS (Kartu Indonesia Sehat) juga kok, saya kawal nanti, sudah melakukan aksi (bantuan) tadi malam, Camat juga sudah. Mereka butuh hunian yang layak seperti rusun, saya sudah hubungi sekda untuk rusun. Yang jelas, pemerintah sudah melakukan semua bantuan, tinggal hunian aja," tandas dia.

Agung menyayangkan pihak RT dan RW yang kurang gamblang dalam menyampaikan laporan sebelumnya. Dia menyebut RT hanya menyampaikan terkait butuh bantuan pembangunan di kawasan tersebut tanpa menyampaikan kondisi detil warga yang menghuni lingkaran kampung itu.

Hal itu ia sampaikan setelah ia menyidak langsung kondisi rumah Slamet. Agung mengaku kaget, sebab kondisinya ternyata lebih parah. 

AYO BACA : 5 Nasabah BRI Bojonegoro Lapor Saldo di ATM-nya Raib

IMG-20210223-151639

"Saya sering disini, tapi RT-nya tidak pernah ngomong, yang disampaikan cuma pembangunan aja. Nah, saya baru tahu disini ya kali ini, karena selama ini bilangnya aman-aman saja tidak ada laporan, saya juga kaget kok. Makannya, saya mencari ini sebenarnya surat-suratnya punya siapa, kalau izinnya jelas, saya yang urus, saya bayar yang katanya ada kurangnya Rp 12 juta itu," beber dia.

Agung pun mengaku prihatin dengan kondisi Slamet dan keluarga. Sebab, hunian yang ditinggali saat ini, terbilang sangat tidak layak. 

Di sekeliling rumah Slamet dipenuhi air yang berasal dari rawa-rawa pada sisi selatan. 5 meter dari hunian mereka terdapat ada sutet.

"Ini parah, tinggal disini ini radiasinya tinggi. Karena dekat dengan sutet, kena banjir dan radiasi," tuturnya.

Sebelumnya, Slamet dan Fatimah viral di media sosial dan pemberitaan yang disampaikan oleh ayosurabaya.com pada Selasa (22/2/2021). 

 

AYO BACA : Minuman Sehat Segar Sederhana ala Gubernur Khofifah, Bisa Menurunkan Gula Darah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar