Slamet Widodo dan Ibunya Direlokasi dari Gubuk ke Rusunawa di Surabaya

  Rabu, 24 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Fatimah menggendong Slamet Widodo saat hendak dievakuasi menggunakan ambulan di kawasan Sukomanunggal Baru PJKA Surabaya, Rabu (24/2/2021). (Ayosurabaya.com/Praditya Fauzi Rahman)

SUKOMANUNGGAL, AYOSURABAYA.COM -- Pihak Kecamatan Sukomanunggal langsung bergerak cepat merelokasi Slamet Widodo (21), warga Surabaya yang lumpuh dan tinggal di gubuk, Rabu (24/2/2021).

Saat AyoSurabaya.com berada di rumah Slamet, tepatnya di Jalan Sukomanunggal Baru PJKA RT 3 RW 5, Kota Surabaya, sudah ada para personel Bhabinsa dan Linmas Kecamatan Sukomanunggal. Saat itu, mereka mengawal Slamet beserta ibunda Fatimah. Slamet kemudian dievakuasi ke Puskesmas Tanjung Sari Surabaya untuk dilakukan cek kesehatan.

Camat Sukomanunggal Lakoli mengungkapkan, usai cek kesehatan, Slamet dan Fatimah langsung diantar ke Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Babat Jerawat, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya.

Usai Diberitakan, Slamet yang Lumpuh Selama 21 Tahun Didatangi Anggota DPRD Kota Surabaya

Ketika proses evakuasi yang melintasi rel kereta api itu, terlihat tetangga Slamet turut membantu proses relokasi dengan membawa sejumlah barang milik Fatimah dan Slamet yang hendak dibawa ke rusunawa.

Screenshot-20210224-141930

"Ini kita mau ke Puskesmas dulu, Bu. Tidak usah mikirin barang, nanti ketemu di rusun," ujar Lakoli kepada Fatimah saat proses evakuasi.

Lakoli mengatakan, relokasi Slamet dan ibunya sebagai bagian dari intervensi dari Pemerintah Kota dalam menanggani masalah sosial.

Menurutnya, Fatimah sempat menolak ajakan untuk direlokasi ke rusunawa. Penolakan tak hanya disampaikan oleh Fatimah, tapi juga ayahnya Jito. Namun, upaya Kecamatan Sukomanunggal tak terhenti. Perlahan, dia mengajak Fatimah agar segera direlokasi ke hunian yang lebih layak.

Kisah Slamet Widodo, Pria Dewasa Bertubuh Mungil yang Tinggal di Gubug

"Sudah komunikasikan yang berada di Balikpapan (Jito), prinsipnya yang bersangkutan sudah bersedia dan berterima kasih kepada semuanya," kata Lakoli.

Demi memudahkan akses dan aktivitas keluarga Fatimah, Lakoli memastikan mereka menghuni ruangan di lantai dasar atau lantai 1 Rusun Babat Jerawat Surabaya.

Perihal biaya sewa rusun, katanya, akan diberikan perlakuan khusus. "Pasti ada perlakuan khusus, ini kita amankan dulu, kita berikan tempat yang layak, kesehatannya kita jamin," katanya.

Fatimah mengamini pemindahan Slamet beserta keluarganya ke Rusunawa. Suaminya pun sudah tak keberatan untuk direlokasi seperti sebelumnya.

Kartu Prakerja Gelombang 12: Solusi Upload KTP yang Selalu Gagal

"Iya mau (direlokasi). Tadi sudah komunkasi dengan suami. Sudah tahu juga (lokasi rusun)," tutur dia.

Sebelumnya, usai diberitakan AyoSurabaya.com, Slamet Widodo viral dan memperoleh tanggapan dari beberapa pihak. Mengingat, dengan kondisi yang sudah tak bisa melakukan aktivitas apa-apa, semakin diperparah dengan kondisi hunian Slamet di gubuk tak layak huni.

Screenshot-20210224-141914

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar