DPO Kuroptur PPh Rp1,8 Miliar di Surabaya Akhirnya Dibekuk

  Rabu, 24 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya meringkus buronan bernama Johanes Limardi Soenarjo. Johanes merupakan terpidana kasus korupsi pajak PPH Rp1,8 miliar tahun 2015. (Humas Kejari Surabaya)

SUKOMANUNGGAL, AYOSURABAYA.COM -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya meringkus buronan bernama Johanes Limardi Soenarjo. Johanes merupakan terpidana kasus korupsi pajak PPH Rp1,8 miliar tahun 2015.

Johanes sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Surabaya setelah dikeluarkannya Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan Nomor : Print - 11/M.5.10/Fu.1/11/2020 tanggal 23 Februari 2021.

Pada Rabu (24/2/2021) siang, Johanes dibekuk tim Pidana Khusus (Pidsus) bersama tim Intelejen Kejari Surabaya. Selanjutnya, Johanes diamankan di kantor Kejari di Jalan Sukomanunggal, Surabaya.

Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya Anton Delianto mengatakan, Johanes yang dibekuk personelnya di daerah Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Rabu (24/2/2021), sekitar pukul 11.00 WIB usai beberapa hari sebelumnya dilakukan pengintaian.

"Sebelumnya, personel kami negingai selama 3 hari. Lalu, kami melaksanakan penangkapan terhadap DPO (Johanes) berdasarkan putusan pengadilan dan Mahkamah Agung (MA) Nomor : 338/Pidsus/2019 tanggal 15 April 2019," beber Anton kepada awak media pada Rabu (24/2/2021) petang.

Anton mengatakan, dalam amar putusan itu, majelis hakim MA menyebutkan dan mengabulkan kasasi dari penuntut umum serta membatalkan putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Surabaya dengan nomor : 278/Pidsus/TPK/2016/PN. Surabaya.

"Menyatakan, terdakwa Johanes Limardi Soenarjo, SH., MH telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata Anton membacakan amar putusan.

Putusan itu berbunyi, "Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 tahun dan pidana denda Rp200 juta subsidiair 6 bulan kurungan.”

Menurut Anton, usai ditangkap dan digelandang ke kantor Kejari Surabaya, Johanes diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan. Lalu, Johanes menjalani pemberkasan.

Dalam tes kesehatan itu, Johanes dinyatakan sehat dan negatif Covid-19. Selanjutnya, Johanes akan dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) klas 1 Surabaya di Porong, Sidoarjo.

"Kami segera bawa yang bersangkutan (Johanes) ke Lapas (klas 1 Surabaya)," kata dia.

Dalam kasusnya, Johanes Limardi Soenarjo terbukti memalsukan Surat Setoran Pajak (SSP) yang seakan pajak PPh penjualan tanah sudah disetorkan ke kas negara.

Kini, pria yang berprofesi sebagai notaris itu harus menjalani hukuman pidana di Lapas klas 1 Surabaya yang berlokasi di Porong, Sidoarjo.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar