BMKG Prediksi Cuaca Jatim Tak Bersahabat, Polisi Air Disiagakan

  Rabu, 24 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Sejumlah personel Direktorat Kepolisian Air dan Udara Kepolisian Daerah Jawa Timur (Ditpolairud Polda Jatim) disiagakan pada Rabu (24/2/2021). Para personel polisi air tersebut diwajibkan menyiapkan berbagai peralatan kesiapsiagaan untuk penanganan dan penanggulangan bencana di Jatim. (Humas Polda Jatim)

TANJUNG PERAK, AYOSURABAYA.COM -- Sejumlah personel Direktorat Kepolisian Air dan Udara Kepolisian Daerah Jawa Timur (Ditpolairud Polda Jatim) disiagakan pada Rabu (24/2/2021). Para personel polisi air tersebut diwajibkan menyiapkan berbagai peralatan kesiapsiagaan untuk penanganan dan penanggulangan bencana di Jatim.

Wadir Polairud Polda Jatim AKBP Mustofa menjelaskan, puluhan peralatan beserta personel itu disiagakan untuk menindaklanjuti hasil teleconference Kapolri Jenderal Listyo Sigit perihal bencana yang ada. Provinsi Jatim termasuk dalam provinsi yang tengah menjadi atensi penanganan bencana berdasarkan perkiraan BMKG. Terlebih, tengah terjadi beragam bencana alam seperti di daerah Nganjuk, Lamongan, Bojonegoro, hingga Jombang sejak beberapa hari terakhir.

"Kita mengecek peralatan. Apalagi beberapa hari ke depan ramalan BMKG kan cuaca di Jatim kurang bersahabat," kata Mustofa sembari menyidak persiapan tersebut, Rabu (24/2/2021).

Mustofa mengatakan, sejumlah peralatan menunjang penanganan penanggulangan bencana pun telah disiapkan pihaknya, seperti mulai peralatan menyelam, kompas, perahu karet, perahu dayung, hingga beberapa peralatan SAR lainnya.

"Yang pertama, pasti kemampuan SAR atau evakuasi membantu masyarakat yang berkaitan dengan penanganan banjir. Kita evakusi waega di sejumlah daerah yang manakala tak bisa dijangkau kapal besar, maka menggunakan perahu karet," katanya.

"Yang jelas, anggota kami (Ditpolairud Polda Jatim) memiliki kualifikasi SAR. Khususnya, evakuasi bencana banjir," tuturnya.

Pihaknya menerjunkan 2 pleton (60 personel) lengkap dengan peralatan yang disiagakan untuk respons cepat penanganan bencana banjir di beberapa daerah.

"Ada beberapa daerah yang menjadi atensi BMKG. Contohnya, saat ini masih proses pengeringan mungkin di Kabupaten Jombang, di lamongan, dan beberapa jalur yang dilewati sungai Bengawan Solo, yang patut kita waspadai," katanya.

Mustofa menyebut, pihaknya akan mengirim sekitar 15 perahu karet untuk penanganan bencana banjir.

"Ketika ada penanggulan bencana, kami (Ditpolairud Polda Jatim) siap diberangkatkan ke lokasi bencana," katanya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar