Kawanan Paus Mati di Madura, Penyebabnya Diduga dari La Nina hingga Sampah dari Darat

  Rabu, 24 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Gubernur Khofifah membantu melepaskan seekor ikan paus yang terdampar di perairan di pantai Modung Bangkalan Madurake ke laut bebas. (khofifah.ip)

GUBENG, AYOSURABAYA.COM – Kawanan paus yang mati di perairan Bangkalan, Madura pada Minggu (21/2/2021) diduga disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari cuaca ekstrem La Nina hingga sampah dari darat.

Sejumlah petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BKSDA Jatim) bersama instansi terkait langsung menguburkan 49 paus pilot yang mati secara massal. Proses penguburan harus menggunakan bantuan alat berat selama 12 jam.

Wakil Dekan Penelitian, Publikasi, Kolaborasi, dan Relasi Publik Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) dr Eng Sapto Andriyono mengatakan, puluhan paus pilot itu diduga mati akibat cuaca ekstrem La Nina di kawasan selatan pulau Jawa atau Samudera Hindia.

Sempat Viral karena Gendong Bangkai Bayinya Selama 2 Pekan, Paus Ini Punya Anak Lagi

Gubernur Khofifah Turun Tangan Selamatkan Paus Terdampar di Pantai Bangkalan Madura

Selain itu, Sapto menduga kematian puluhan ekor paus itu terkait kondisi lingkungan belakangan ini, terutama akibat perubahan dan perilaku alam yang terjadi.

“Fenomena alam La Nina dan El Nino memungkinkan perubahan magnetik di laut. Perubahan itu dapat berpotensi mengubah sistem sonar paus,” kata Sapto seperti dalam keterangan resmi yang diterima Ayosurabaya.com, Rabu (24/2/2021).

Karena dugaan tersebut, kata Sapto, sekawanan paus pilot bermigrasi ke kawasan perairan yang lebih tenang. Bahkan, mereka berupaya menepi dan cenderung menghindari kondisi badai laut.

Namun, disorientasi ke wilayah yang semakin dangkal menyebabkan puluhan ekor paus berenang ke kawasan perairaan yang salah, tepatnya di perairan Selat Madura. Hal itu mengingatkannya dengan kejadian yang sama sekira Juni 2016.

Kala itu, dari 32 paus yang menepi ke selatan Selat Madura, 10 di antaranya mati.

Sempat Viral karena Gendong Bangkai Bayinya Selama 2 Pekan, Paus Ini Punya Anak Lagi

Gubernur Khofifah Turun Tangan Selamatkan Paus Terdampar di Pantai Bangkalan Madura

Namun, kata Sapto, kematian paus tersebut mempunyai pelbagai aspek yang perlu dikaji lebih spesifik, mulai dari kemungkinan penyakit pada paus Alpha (pemimpin) yang menyebabkan anggota kelompok paus tersebut ikut mati, habitat tempat hidupnya, hingga behaviornya yang hidup dalam kelompok dalam kawanan tersebut. "Kami juga terus meneliti terkait itu,” katanya.

Selain itu, pencemaran dari daratan berupa sampah plastik yang semakin meningkat juga diduga menjadi penyebab kualitas perairan pesisir laut memburuk.

“Dengan kondisi sedimentasi tinggi dan pencemaran domestik berupa sampah beserta plastik yang tersebar, menjadikan tingkat stres paus yang terdampar sangat tinggi,” ujar dosen Biologi Laut itu.

Sapto mengomentari beberapa video amatir yang tersebar, baik di sejumlah tv, radio, maupun online terkait orang-orang yang berfoto-foto. Bahkan, ada pula yang nekat menunggangi paus yang dalam kondisi stres.

Sempat Viral karena Gendong Bangkai Bayinya Selama 2 Pekan, Paus Ini Punya Anak Lagi

Gubernur Khofifah Turun Tangan Selamatkan Paus Terdampar di Pantai Bangkalan Madura

Tingkat kesadaran masyarakat tentang ekosistem laut, kata dia, dapat menjadi kajian dan perhatian untuk ke depannya. Terlebih dengan pengetahuan kepada ekosistem dan biota laut.

Maka dari itu, ia menyebut fenomena itu menjadi kesempatan bagi khalayak untuk mengevaluasi upaya kampanye ekosistem laut yang jauh lebih baik untuk ke depannya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar