Penyebab Harga Cabai Rawit di Jatim Meroket

  Kamis, 25 Februari 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi cabai rawit. (Hans Linde dari Pixabay )

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur Drajat Irawan mengakui, harga cabai rawit hingga kini masih berada di atas harga normal. Rata-ratanya mencapai Rp 87 ribu per kilogram. Padahal harga normal di kisaran 40 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai keriting dan cabai merah diakuinya masih relatif lebih murah.

"Data di sentra cabai Hari Selasa 23 Februari 2021 masih sama. Kalau di sentra cabai merah besar Rp 30 ribu per kilogramnya, cabai keriting Rp 43 ribu per kilogram, dan cabai rawit ada yang sampai Rp 77-79 ribu," ujar Drajat, Rabu (24/2).

Drajat menyebutkan, naiknya harga cabai rawit karena pasokan yang berkurang. Masuknya musim hujan ditengarai menjadi penyebab utamanya. Mengingat hasil panen yang sedikit, distribusi ke pasar-pasar juga tidak begitu banyak. 

Namun demikian, Drajat optimis harga cabai rawit akan kembali normal seiring dengan rendahnya curah hujan. "Kita lihat. Ini biasanya tidak lama. Sebentar lagi biasanya ada beberapa daerah hujannya agak rendah mungkin bisa mulai panen," ujarnya. 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Hadi Sulistyo mengatakan, kenaikan harga disebabkan adanya kecenderungan mundurnya musim tanam. Kondisi La Nina dan jumlah curah hujan cukup tinggi mempengaruhi musim tanam periode sekarang. 

"Secara periodik memang luas tanaman cabai di Bulan Januari relatif rendah, dan akan mengalami musim puncak panen di April hingga Mei," kata Hadi. 

Perkiraan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, potensi luas panen komoditi cabai rawit pada semester I (Januari-Juni) sebesar 22.853 hektare dengan produksi sebesar 286.923 ton. Kemudian potensi luas panen komoditi cabai rawit pada semester II (Juli-Desember) sebesar 39.547 hektare. 

Sedangkan cabai besar, potensi luas panennya pada semester I sebesar 5.973 hektare dengan produksi sebesar 55.939 ton. Kemudian potensi luas panen Semester II mencapai 4.221 hektare.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar