Gara-gara Cuaca, Harga Cabai Semakin "Pedas"

  Kamis, 25 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Untuk cabai rawit, mencapai angka Rp87 ribu per kilogramnya. Lalu, disusul harga cabai keriting Rp45 ribu dan cabai besar pada angka Rp36 ribu per kilogram. (ayosurabaya)

WONOCOLO, AYOSURABAYA.COM -- Harga cabai yang fluktuatif di pasaran membuat para pedagang dan masyarakat resah. Tak sedikit pula warga yang bertanya-tanya apa penyebab pasti kenaikan harga komoditas pokok seluruh kalangan itu.

Perihal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Jawa Timur (Disperindag Jatim) Drajat Irawan menegaskan harga cabai memang mengalami kenaikan. Untuk cabai rawit, mencapai angka Rp87 ribu per kilogramnya. Lalu, disusul harga cabai keriting Rp45 ribu dan cabai besar pada angka Rp36 ribu per kilogram. 

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan hargai cabai meroket, termasuk jenis rawit yang digemari publik.

AYO BACA : SBY: Saya Difitnah Danai Aksi 212 oleh Petinggi Berbintang Empat

Drajat mengatakan, faktor cuaca, yakni hujan menjadi penyebab kenaikan yang berimbas pada produksi petani yang kian menurun. Pun distribusi cabai yang telat. Tak heran, untuk stok di pasaran semakin sedikit kendati permintaan masih normal. Hal itulah disebut Drajat mengakibatkan harga cabai semakin 'pedas'.

"Harga terbangun dari ketersediaan, yang terbangun dari sektor ketersediaan," terang Drajat kepada awak media, Kamis (25/2/2021).

Drajat menambahkan, pihaknya juga telah menerima laporan bila harga di sejumlah sentra cabai mulai turun. Maka dari itu, ia berharap harga cabai dapat kembali normal. 

AYO BACA : Khasiat Si Super Pahit Mengkudu, Meningkatkan Kekebalan dan Menurunkan Kadar Gula Darah

"Ini (hujan) yang menyebabkan distribusi ke pasar belum banyak. Harga naik, karena dulunya ada hambatan hujan," sambungnya.

Perihal area penyuplai, Drajat menyebut berasal dari wilayah Kabupaten Bojonegoro, Probolinggo, hingga Kediri. Namun, tak menutup kemungkinan ada wilayah lain di Jatim yang turut serta menyokong ketersediaan cabai di pasaran.

"Kalau data dari sentral, Selasa (23/2/2021) kemarin, cabai merah besar itu sudah Rp 30 ribu, kriting Rp43 ribu, rawit ada yang Rp77 sampai Rp 79 ribu per kilogramnya," tandas dia. 

Untuk jalan keluarnya, Drajat mengaku tak bisa menerangkan lebih detil, lalu mempertanyakan upaya apa saja yang telah dilakukan pada tingkat dasar atau para petani cabai. 

"Kami lihat nanti, biasanya tidak lama. Karena, beberapa daerah hujannya reda, biasanya sudah normal," tutup dia.

Drajat berharap, stok cabai segera kembali pulih. Begitu juga dengan harga yang secara otomatis mengikuti ketersediaan.

AYO BACA : 6 Warna Urine, Hijau Artinya Apa?

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar