Kadinkes Jatim Tegaskan Vaksin Dosis Pertama dan Kedua Harus dari Merk yang Sama

  Kamis, 25 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi vaksin Covid-19. (torstensimon dari Pixabay)

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM -- Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, dr. Herlin Ferliana, mengatakan metode pembuatan vaksin pada setiap perusahaan berbeda. 

Menurutnya, ada perusahaan yang mematikan virus , ada pula yang dilemahkan. Oleh karena itu, mekanisme kerja vaksin dari setiap produsen tentu berbeda jua. 

"(Vaksin) sudah diatur penelitinya. Imunisasi pertama tubuh dikenalkan. Lalu, muncul kekebalan sekitar 20%," kata Herlin kepada awak media, Kamis (25/2/2021). 

AYO BACA : Khasiat Si Super Pahit Mengkudu, Meningkatkan Kekebalan dan Menurunkan Kadar Gula Darah

Dia menambahkan, setelah itu diberikan dosis kedua sekitar 2 pekan. Dengan demikian, dapat memunculkan kekebalan tubuh dengan presentase sekitar 80%. 

Herlin tak menganjurkan vaksinasi Covid-19 diberikan dengan merk yang berbeda. Sebab hal tersebut akan mempengaruhi cara kerja dari vaksin kepada tubuh. 

"Nanti, cara kerjanya akan tidak suitable (tidak cocok)," sambung orang nomor satu di Dinkes Jatim itu. 

AYO BACA : Gubernur Khofifah: Cobain Nasi Buwuhan Bojonegoro, Dijamin Nagih!

Perihal dampak vaksin berbeda merek, Herlin tak menjelaskan lebih detil. Namun, herlin menganjurkan tak melakukan hal itu untuk memperkecil risiko yang diterima pasien.

"Intinya, kita kawal dengan vaksin yang sama (satu merek untuk dua kali suntikan)," timpal dia.

Herlin menuturkan usai vaksinasi, protokol kesehatan wajib diterapkan secara ketat. Pasalnya, vaksin belum menjamin 100% seseorang kebal terhadap virus.

"Mungkin, virusnya terlalu kuat, ganas dan tubuh kita tidak terlalu fit, ya kemungkinan tetap kena (virus)," tutur mantan Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya itu.

Pemerintah sudah mencanangkan memberikan vaksinasi Covid-19 sebanyak 2 kali kepada setiap penerima. Untuk jaraknya, antara penyuntikan pertama dan ke-2 kepada yang tak masuk dalam kategori lanjut usia (lansia) sekitar 14 hari. Namun, untuk lansia sekitar 28 hari. 

Vaksin yang digunakan pemerintah RI ini adalah buatan perusahaan Tiongkok yaitu Sinovac. 

AYO BACA : SBY: Saya Difitnah Danai Aksi 212 oleh Petinggi Berbintang Empat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar