Deteksi Potensi Bibit Siklon, BMKG Banyuwangi: Waspadai Cuaca Ekstrem Menyusul

  Kamis, 25 Februari 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi badai siklon. (janeb13 dari Pixabay)

BANYUWANGI, AYOSURABAYA.COM -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas III Banyuwangi Dita Purnamasari mencatat, sejak dua hari terakhir telah mendeteksi adanya potensi bibit siklon di sekitar selatan Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi ini sangat berpotensi berkembang menjadi siklon tropis.

Saat ini, bibit siklon itu diprediksi masih bertahan dan menunjukkan pergerakkan ke arah barat mendekati wilayah laut di selatan Jawa Timur dengan potensi intensitas yang menguat hingga dua hari ke depan.

AYO BACA : Gubernur Khofifah: Cobain Nasi Buwuhan Bojonegoro, Dijamin Nagih!

“Bibit siklon ini secara tidak langsung berdampak pada pembentukan potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang. Juga memicu terjadinya gelombang tinggi di wilayah laut bagian selatan Jawa hingga 28 Februari nanti,” kata Dita, Kamis (25/2/2021).

Pihaknya mengimbau warga untuk waspada tehadap potensi cuaca ekstrim. Hujan lebat disertai petir dan angin kencang diprakirakan masih akan terjadi di Banyuwangi hingga akhir Februari ini.

AYO BACA : SBY: Saya Difitnah Danai Aksi 212 oleh Petinggi Berbintang Empat

“Hingga akhir Februari ini Banyuwangi masih berada di puncak musim hujan. Sehingga potensi hujan sedang-lebat masih bisa terjadi hingga akhir bulan ini,” ujar Dita.

Hal itu, lanjut dia, diperkuat peringatan dini tiga harian dari BMKG Kelas I Juanda yang menyebut, pada periode 24-26 Februari, Banyuwangi termasuk daerah di Jawa Timur yang berpotensi hujan dengan intensitas lebat yang disertai petir dan angin kencang, serta berpotensi banjir.

“Untuk itu, warga kami imbau terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti tanah longsor, banjir. Waspadai terjadinya banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin Namun, tidak perlu panik atau takut yang berlebihan,” ujar Dita.

Di Banyuwangi sendiri, lanjut dia, gelombang tinggi hingga mencapai 4 meter diprakirakan terjadi di perairan selatan Banyuwangi mulai 24 Februari 2021 dan diprediksi akan berlangsung hingga 28 Februari mendatang.

“Demi keselamatan bersama, kami mengimbau para nelayan yang melaut di perairan Selatan Banyuwangi untuk sementara tidak melakukan kegiatannya hingga kondisi terpantau aman. Begitu juga bagi warga yang ingin bermain di pesisir perairan ini,” pungkasnya. 

AYO BACA : Khasiat Si Super Pahit Mengkudu, Meningkatkan Kekebalan dan Menurunkan Kadar Gula Darah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar