Lebih Sehat Mana, Air Galon, Sumur, atau PDAM?

  Kamis, 25 Februari 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Lebih Sehat Mana, Air Galon, Sumur, atau PDAM? (Pixabay)

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM – Lebih sehat mana, air galon, air sumur, atau air PDAM? Air galon mungkin telihat lebih sehat. Namun, apakah hal itu benar?

Menurut Hello Sehat, Anda tetap harus memperhatikan merk air galon terlebih dahulu. Khusunya perhatikan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan telah diuji sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

3 Jenis Diet yang Dinilai Manjur Menurunkan Berat Badan

7 Cara Alami Menurunkan Berat Badan Secara Permanen

Diet Tidak Makan Malam, Bikin Cepat Kurus?

"Air minum yang belum mendapat izin dari BPOM dan SNI berisiko mengandung berbagai jenis bakteri patogen penyebab penyakit," catat Hello Sehat.

Selain itu, Anda perlu mencari tahu kedaluwarsa dan standardisasinya.

Air memang pada umumnya tidak bisa kedaluwarsa, namun air biasanya dikemas di galon yang berbahan dasar plastik sehingga berisiko terkontaminasi bakteri dan zat kima beracun.

Selain itu, ketika air galon terpapar sinar matahari terus-menerus juga bisa membuat bahan kimia plastik galon luruh ke air.

5 Sayuran Terbaik untuk Menu Diet

Panduan Diet GM, Metode Turunkan Berat Badan dengan Cepat dalam 7 Hari

4 Penyebab Paling Dasar Anda Selalu Gagal Diet

Sementara itu, air keran akan berbeda-beda tergantung dari mana sumbernya, bisa dari PAM, sumur, dan lain-lain.

Jika sumber air dari PAM, air tersebut sudah melalui proses sedemikian rupa sehingga aman untuk diminum bahkan tanpa dimasak terlebih dahulu.

Sayangnya, air-air ini akan mengalami penurunan kualitas saat proses pengaliran ke rumah-rumah karena faktor pipa maupun masalah teknis lainnya.

Sangat memungkinkan bakteri berkembang di antara pipa yang membuat air tak aman diminum langsung.

Waspadai Perbedaan Mengantuk Akibat Diabetes dan Mengantuk Biasa

3 Penyakit yang Bisa Diatasi oleh Sarang Burung Walet

4 Gangguan Kesehatan Akibat Mengonsumsi Softdrink secara Berlebihan

Sementara itu, air tanah dari sumur dianggap lebih riskan karena belum terjamin mutunya. Jika air belum teruji, jangan gunakan untuk minum atau masak.

Beberapa bakteri yang ada di tanah, sungai, danau seperti Clostridium botulinum masih bisa hidup di atas suhu 100 derajat Celsius. Bakteri ini bisa menyebabkan penyakit botulisme pada manusia yang terinfeksi.

Dalam hal ini, jika Anda masih tetap memakai air keran, cobalah uji dulu kualitas air Anda di laboratorium.

"Kalau sudah dinyatakan bebas bakteri, virus, atau racun, rebus air hingga titik didih, yaitu seratus derajat Celsius. Biarkan air mendidih selama paling tidak sepuluh menit sebelum mematikan api kompor," kata Hello Sehat.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar