Polresta Banyuwangi Sita Uang Palsu Senilai Rp2,8 Triliun

  Jumat, 26 Februari 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi uang dolar AS. (PublicDomainPictures dari Pixabay )

BANYUWANGI, AYOSURABAYA.COM -- Polresta Banyuwangi berhasil menyita ratusan lembar uang palsu dari berbagai mata uang asing. Ada US Dollar, Dollar Hongkong, Ringgit Brunei, Yuan China, Dollar Canada, Cinco Blanco Cruzeiro Brazil hingga pecahan Rupiah.

Uang palsu itu berasal dari ungkap kasus selama Februari ini. Rencananya, uang tersebut akan diedarkan di sejumlah daerah, termasuk Banyuwangi.

“Waktu kejadian pada hari Jum’at tanggal 5 Februari 2021, pukul 16.30 WIB, TKP tempat parkir Hotel Dialoog – Banyuwangi,” ungkap Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Arman Asmara Syarifuddin, Jumat (26/2/2021).

AYO BACA : 7 Dampak Buruk Tidur Pagi Setelah Begadang

Dari kasus ini, Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyuwangi berhasil menangkap 10 orang tersangka. Dalam kasus ini mereka memiliki berbagai macam peran.

“Awalnya dari pengungkapan awal diamankan adanya uang Dollar Amerika palsu sebanyak 12 bendel uang dollar pecahan US$ 100 atau sebesar US$ 120.000. Adapun tersangka yang ditangkap yaitu AW, HW, BC, NH, MTW DAN NH,” jelasnya.

Setelah dilakukan pengembangan terhadap jaringan uang palsu tersebut ada beberapa nama lagi yang masuk. Tim Resmob berhasil membongkar keterlibatan orang lainnya.

AYO BACA : Gubernur Khofifah Ingatkan Potensi Bahaya Bibit Siklon yang Dekati Jatim

“Tersangka CH Alias Kakek ditangkap pada Hari Selasa tanggal 16 Februari 2021 sekira Pukul 19.00 WIB di Jalan Raya Kediri – Tulungagung. AE ditangkap pada Rabu tanggal 17 Februari 2021 Sekira Pukul 16.00 WIB Di Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri. Kemudian, SU alias Mbah ditangkap pada hari Rabu 17 Februari 2021, sekira Jam 18.30 WIB di rumahnya yang beralamat di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Serta SH alias Mbah M ditangkap pada hari Kamis, 18 Februari 2021 sekira Pukul 03.00 WIB di Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. Jadi total ada 10 orang tersangka,” terangnya.

Sementara itu dari 10 orang tersebut, ada dua orang lainnya yang masih dalam pengejaran. Mereka masuk dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO.

“Modusnya, tersangka AW, HW, BC, NH, MTW dan NH kedapatan hendak menjual uang Dollar Amerika palsu sebanyak US$ 120.000 di banyuwangi dengan harga Rp 180.000.000 kepada Saudara Joan (dpo). Kemudian, uang Dollar palsu tersebut dibeli dari tersangka CH alias kakek dan tersangka SU alias Mbah dengan harga Rp. 75.000.000,”

“Sebelumnya tersangka CH alias kakek dan tersangka SU alias Mbah mendapatkan uang Dollar palsu tersebut yang sejumlah US$ 90.000 tahun pembuatan 2013 dibeli dari tersangka SH alias Mbah M dengan harga Rp.14.000.000. Sedangkan yang sejumlah US$ 30.000 tahun pembuatan 2006 beli dari tersangka AE dengan harga Rp.7.000.000, yang sebelumnya uang US$ 30.000 tersebut didapatkan oleh SH alias Mbah M dengan harga Rp 3.000.000,” terang Arman dalam laporan BAP.

Kemudian, kata Arman, dari tersangka SH Alias Mbah M membeli uang palsu tersebut dari IW (DPO) di Jakarta Selatan dengan harga Rp 6.000.000: dan uang Dollar palsu US$ 90.000; didapat dari BM (DPO) di Kalimantan Selatan dengan harga total Rp.4.000.000.

“Total barang bukti uang palsu tersebut jika dikurs kan dalam Rupiah berjumlah Rp 2.822.780.000.000 atau setara dengan Rp 2,8 Triliun. Barang bukti lain yang berhasil disita ada dua buah mobil dan handphone. Ada dua brangkas kecil bertuliskan United States of America. Tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya. 

AYO BACA : Khasiat Terong untuk Kesehatan, Cegah Diabetes dan Bantu Turunkan Berat Badan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar