Kena PHK, Pria Dupak Surabaya Edarkan Sabu dengan Imbalan Jutaan

  Jumat, 26 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Satreskoba Polrestabes Surabaya menunjukkan tersangka (SA) beserta barang bukti narkotika jenis sabu dan ekstasi saat konferensi pers, Jumat (26/2/2021). (Ayosurabaya.com/Praditya Fauzi Rahman)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Akibat di-PHK saat pandemi Covid-19, SA, nekat mengedarkan narkotika.

Saat dihadirkan dalam konferensi pers, Jumat (26/2/2021), SA mengaku sangat membutuhkan pekerjaan. Dia pun menerima tawaran sebagai kurir sabu-sabu.

Mulanya, warga Jalan Dupak Jaya Surabaya itu mengaku senang saat diajak bergabung dengan rekannya berinisial Z yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Menurutnya, Z yang merupakan rekannya sejak kecil bisa dia percaya.

“Awalnya saya tertarik, ditawari teman saya (Z). Saya percaya karena teman saya sejak kecil, teman kampung saya. Kebetulan saya butuh kerjaan,” kata SA.

Sementara itu, Kanit Idik II Satreskoba Polrestabes Surabaya Iptu Danang Abriyanto menjelaskan, pesonelnya dapat menangkap SA berawal dari informasi yang diperoleh dari masyarakat terkait adanya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di kawasan Arjuno, Surabaya.

Personel Unit II Satresnarkoba Polrestabes Surabaya pun melakukan analisis. Usai dilakukan profilling dan pembuntutan, barulah diperoleh titik terang.

Usai mengantongi identitas dan lokasi keberadaan SA, petugas meringkus SA di kosnya, Jumat (19/2/2021) pekan lalu.

“Kami menangkap SA pada Jumat (19/2/2021) lalu, pagi ya sekitar pukul 07.30 WIB di rumah kosnya, di daerah Petemon Surabaya,” kata Danang.

Saat penangkapan, petugas menemukan 1 poket plastik klip berwarna putih berisi sabu-sabu 28 gram.

Petugas juga menemukan 1 poket plastik klip berisi 179 butir pil extacy 23,10 gram. SA beserta sejumlah barang buktinya lantas diamankan menuju Mapolrestabes Surabaya.

Selama penyidikan, SA mengakui perbuatannya. Dia memperoleh barang haram itu dari rekannya Z. Sementara itu, Z berada dalam Lapas.

“Tersangka (SA) mengaku mendapat perintah dari orang berinisial Z. Saat kami cek, keberadaan Z berada di salah satu lapas di Jatim,” katanya.

Kepada penyidik, SA mengaku hanya bertugas sebagai kurir dengan cara mengambil dan mengirimkan Narkotika jenis sabu serta extacy dengan sistem ranjau. Dia kerap melakukan hal itu di wilayah Sawahan Surabaya, sesuai arahan dari Z.

Pekerjaan berisiko nan melanggar hukum itu mulai dilakukan SA pada Senin (1/2/2021). Saat itu, SA menerima 200 butir pil extacy. Lalu, ratusan pil itu dia sebarkan kepada para pelanggannya dengan cara ranjau di bawah sebuah pohon yang berada di pinggiran Jalan Raya Desa Wonokerto, Kabupaten Mojokerto, Jatim.

Dirasa aman dan lancar-lancar saja, SA langsung menjalankan order selanjutnya. Pada order kedua, SA mengedrop narkotika jenis sabu seberat 100 gram. Sabu itu diakui SA diperoleh dari sistem ranjau pula, tepatnya pada Kamis (18/2/2021) lalu sekitar pukul 14.00 WIB di bawah pohon yang berlokasi di depan sebuah toko di kawasan Manukan Dalam, Kota Surabaya.

Dari hasil bisnis gelapnya itu, SA memperoleh imbalan yang menggiurkan. Setiap berhasil mengambil dan mengantar sabu, SA memperoleh jatah Rp2 juta per 100 gramnya dan extacy mendapat upah Rp10.000 per butirnya.

SA mengaku sudah beberapa kali melakukan pengedaran barang haram itu.

“Tersangka (SA) sudah 4 kali bekerja sama dengan Z. Dia bertugas menerima dan mengambil narkotika dengan sistem ranjau,” tuturnya.

Kendati menyesali perbuatannya, mantan promotor smartphone di sebuah mal di Surabaya itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik sel tahanan.

"Iya pak, saya menyesal, saya akui tergiur dengan uangnya. Karena kan saya habis di-PHK dari pekerjaan," tutur bapak satu anak itu.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar