4 Kuliner Khas Jatim Rekomendasi Gubernur Khofifah

  Minggu, 28 Februari 2021   Andres Fatubun
Ayam lodho khas Trenggalek. (Amin Subagyo)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Jawa Timur memiliki banyak ragam kuliner khas dengan bahan baku nasi yang sedap mengenyangkan. 

Nasi yang mengandung Tiamin, Magnesium, dan Mangan dibutuhkan tubuh untuk membantu metabolisme karbohidrat, membentuk struktur tulang dan mengatur kontraksi otot, dan membantu kerja otak, sistem saraf, dan enzim-enzim di dalam tubuh.

Kuliner khas Jatim ini sebagian besar berasa pedas dan kaya akan rasa bumbu rempah-rempah. 

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, yang dikenal menggemari makanan tradisional merekomendasikan beberapa kuliner khas ini seperti yang sering diunggah di akun instagramnya. Berikut daftarnya 

Ayam Lodho Tulungagung & Trenggalek
Masakan khas dari daerah Tulungagung dan Trenggalek ini punya rasa yang khas yaitu perpaduan gurih dan pedas.

Rasa yang khas tersebut didapat dari dua pengolahan. Pertama ayam dibakar hingga setengah matang, setelah itu baru dimasak dengan aneka bumbu dan santan hingga mengental. Aroma bakaran daging ayam yang menyatu dengan bumbu dan santan itulah yang menjadi keistimewannya. 

Gubernur Khofifah bahkan tak bisa mengelak jika cita rasa Ayam Lodho khas Tulungagung ini memang sungguh nikmat. 

Di akun instgramnya beberapa waktu lalu ia mengunggah foto sedang menikmati Ayam Lodho dan memberikan komentarnya. 

"Siapa yang bisa menyangkal kenikmatan haqiqi ayam lodho khas Tulungagung ? Ayam kampung dimasak kemudian dibakar. Disiram kuah santan kental mirip opor dan disajikan dengan nasi putih hangat dan lodeh yang pedas. Satu kata yang bisa menggambarkan itu semua. Mantul !"

Di Tulungagung sendiri kedai makanan yang menjual Ayam Lodho ini tersebar di sejumlah tempat. Salah satunya yang paling terkenal adalah Ayam Lodho Pak Yusuf di Jalan KHR Abdul Fattah No.88 di kawasan Pasar Ngemplak. Harga satu porsi Ayam Lodho biasanya Rp20 ribuan, sedangkan untuk ukuran ayam utuh bisa sampai Rp100 ribuan.

AYO BACA : 17 Kepala Daerah se-Jatim Dilantik, Ini Pesan Gubernur Khofifah

Nasi Buwuhan Bojonegoro
Kuliner khas Jatim berikutnya yang wajb dicoba adalah Nasi Buwuhan khas Bojonegoro atau juga disebut Sega Buwuhan. 

Gubernur Khofifah merekomendasikan nasi Buwuhan ini bagi wisatawan yang sedang berlibur ke Bojonegoro.

"Satu lagi makanan khas yang menambah referensi kuliner pernasian asal Jatim adalah Nasi Buwuhan Bojonegoro. Rugi kalau kamu gak nyobain makanan ini saat datang ke Jawa Timur.

Dihidangkan di atas godong jati, saya jamin kamu bakalan nagih karena rasanya yang berbeda. Lauknya, ada mi kuning, momoh tempe, dan sayur tewel. Makin meriah kalau disandingkan dengan tempe goreng, sate komo, sate telur puyuh, ayam goreng, telur balado serta rempeyek teri atau kacang. Jangan lupa sarapan, jaga kesehatan."

Sego atau nasi buwuhan ini merupakan bentuk tradisi warga Bojonegoro yang tersebar 430 desa dan kelurahan di 28 kecamatan secara turun temurun. Selain sebagai kuliner yang bisa disantap sehari-hari, nasi Buwuhan biasanya dijadikan oleh-oleh untuk tamu yang menghadiri suatu hajatan.

Tahun lalu, nasi Buwuhan mencetak rekor MURI. 

Dalam acara Thengul International Folklore Fetival (TIFF) di Rest Area Jembatan Trucuk Sosrodilogo, panitia berhasil menghidangkan 26.310 bungkus Sega Buwuhan yang dinikmati oleh warga yang hadir pada acara tersebut. Bupati Bojongeoro, Anna Muawanah, mencanangkan Nasih Buwuhan untuk dijadikan ikon kuliner nusantara sekaligus mendukung promosiwisata bertajuk Pinarak Bojonegoro. 

Pecel Telo Lumajang
Selain daging-dagingan, kuliner khas Jatim pun memiliki makanan berbahan sayur mayuran, seperti pecel telo kuliner khas Lumajang.

Dalam postingannya beberapa waktu lalu, Gubernur Khofifah menulis

Kalau biasanya isian pecel adalah kangkung, kol, taoge pendek, bayam dan bumbu kacang, maka di Lumajang ada yang namanya pecel telo yang berisi ubi (telo), semanggi, ontong pisang, genjer, dan kacang panjang. Toppingnya sendiri adalah hasil kolaborasi antara kacang dan telo. Unik kan ?

AYO BACA : Gubernur Khofifah Minta Distribusi Vaksin ke 38 Kabupaten Kota se-Jatim Selesai Hari Ini

Soal rasa, jangan ditanya. Endeus banget. Jangan sampai gak cobain kalau kamu datang dan kulineran ke Lumajang. Pokoknya, belum ke Lumajang, kalau kamu belum menyantap pecel telo. Selamat berakhir pekan.

Pecel telo ini biasanya disantap saat sarapan atau makan siang.

Bagi wisatawan luar kota Lumajang, pecel telo ini bisa ditemukan di pasar Sukodono Lumajang. Satu porsinya dihargai Rp5.000. 

Sego Gegok Trenggalek
Kabupaten Trenggalek memiliki kuliner khas yang cukup terkenal yaitu nasi Gegok atau sego Gegok.

Nasi gegok merupakan nasi setengah matang yang ditambahkan dengan ikan laut dan diberi sambal kemudian dibungkus kembali dengan daun pisang dan dikukus hingga matang.

Sego Gegok ini sangat diminati oleh masyarakat lokal maupun dari wisatawan. Dengan rasanya yang ekstra pedas, Sego Gegok paling enak dinimati saat masih hangat. 

Karena ciri khasnya ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merekomendasikan untuk mencobanya. 

Dalam unggahan di instagramnya, Khofifah membagikan pengalaman menyantap sego Gegok ini. Ia menulis  

"Meski tampilan dan isiannya sangat sederhana, jangan pernah meremehkan mantapnya rasa Sego Gegok asal Trenggalek, Jawa Timur ini. Punelnya nasi ditambah aroma daun pisang, plus pedasnya sambal ikan teri dijamin bikin ketagihan. Makin mantap ditemani secangkir kopi tubruk.

Oh ya, kenapa dinamakan Sego Gegok ? Itu akronim dari 'Sego Genem Godhong Gedhang', yang artinya nasi bungkus daun pisang. Penasaran mencoba ? Jangan lupa sarapan dan jaga kesehatan."

Pada umumnya sego Gegok dijual dengan harga yang relatif murah Rp3000-an. Namun untuk mengenyangkan perut, nampaknya satu porsi saja kurang cukup. Mau mencoba?

AYO BACA : Gubernur Khofifah: PPKM Mikro Berdampak Signifikan Turunkan Penularan Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar