Panjebar Semangat, Media Berbahasa Jawa yang Tetap Eksis Sejak 1933

  Minggu, 28 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Para karyawan mencetak majalah Penjebar Semangat di ruang produksi yang berada di Jalan Gedung Nasional Indonesia nomor 2 Surabaya, Minggu (28/2/2021). (ayosurabaya/Praditya Fauzi Rahman)

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM -- Dampak pandemi Covid-19 yang begitu hebatnya telah menghancurkan beragam sektor. Mulai dari perekonomian, kesehatan, hingga pendidikan. Namun, tidak halnya dengan yang dialami media lawas bernama Panjebar Semangat ini.

Panjebar Semangat yang merupakan media lokal berbasis tabloid menggunakan bahasa Sastra Jawa Murni ini merupakan warisan pahlawan nasional Dr. Soetomo. Sejak berdirinya pada 2 September 1933, media ini bertahan sampai saat ini.

Penanggungjawab Media Sosial dan Event Panjebar Semangat, Celine Anjanette, menegaskan sejak pandemi tak ada satpun karyawan yang dirumahkan atau dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Namun, hanya ada efisiensi durasi kerja guna meminimalisasi penyebaran virus Corona dan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

"Total ada 35 karyawan yang bekerja sampai sekarang. Selama pandemi kami hanya ada efisiensi masuk, tapi tidak ada pengurangan. Inovasi kami sebenarnya sudah kami lakukan sebelumnya, seperti membuat iklan online dan offline, berjualan merchandise juga," terang Anette, Minggu (28/2/2021).

Whats-App-Image-2021-02-28-at-18-28-25

Dia menambahkan dalam keredaksian, Panjebar Semangat lebih menitikberatkan pada tiga redaktur. Mereka mengkoordinir sejumlah berita dari para reporter dan kontributor yang tersebar se-Indonesia.

"Kami sistemnya lebih berat ke redaktur, ada 3 orang dan mereka yang mencari berita, mereka yang nulis tapi kebanyakan tulisan dari kontributor. Jadi, kontributor ini sifatnya tetap dan mereka cenderung mengirim liputan dari mana-mana, lalu diseleksi oleh redaktur lalu diedit sebelum masuk ke majalah," lanjutnya.

AYO BACA : Panjebar Semangat, Media Legenda Asal Surabaya Warisan Dr Soetomo

DSCF1946

Selain setia menggunakan bahasa Jawa sebagai senjata utama dan ciri khasnya, Panjebar Semangat pun sudah memanfaatkan platform online sebagai adaptasi terhadap perkembangan zaman.

Platform online tersebut diwujudkan dalam bentuk aplikasi yang dapat diunduh di Playstore dan App Store serta portal berita.

"Dengan kondisi digital seperti saat ini, media online adalah 'musuh terbesar'. Kalau kami ingin maju, terkenal, dan mengikuti zaman, kami juga membuat aplikasi Panjebar Semangat yang ada di Play Store bisa didownload bisa juga diakses langsung di panjebarsemangat.co.id, lebih berwarna dibanting yang cetak hanya hitam putih," jelasnya.

Selain mengembangkan sayap ke platform online, Panjebar Semangat pun rajin menggelar kegiatan online dan offline. Misalnya dengan menggelar lomba karya tulis, foto, hingga pameran acara budaya,

"Kami sering melakukan event offline seperti lomba menulis aksara jawa untuk anak-anak, workshop, dan nonton film bertema budaya lokal, itu pernah kami adakan sebelumn pandemi. Tapi hanya di Surabaya, kalau di luar Surabaya sering ke lomba foto online. Untuk lomba bercerita menggunakan bahasa Jawa untuk anak-anak SD kelas 4, 5, dan 6 sering diikuti peserta daei seluruh Indonesia. Anak-anak kecil ini sebenarnya fasih berbahasa Jawa, cuma mereka tidak berkumpul menjadi satu jadi tidak kelihatan skillnya," ungkapnya.

Anette berharap, budaya dan bahasa Jawa dapat terus dilestarikan. Terutama untuk anak muda yang saat ini cenderung tak mengindahkan tradisi dan budaya. Oleh karena itu, salah satu senjata Panjebar Semangat dalam menggunakan Sastra Jawa dininlai sangat tepat untuk meletarikan bahasa ibu ini.

"Bahasa Jawa sekarang makin berkurang, seperti penuturnya berkurang, lalu orang yang mengerti tulisan dan membaca juga berkurang. Jadi, triknya kami berusaha mendekati masyarakat umum dengan menambah rubrik gelanggang remaja yang berisi rubrik-rubrik yang disukai remaja. Ada juga cerita pendek yang bisa ditulis remaja yang tertarik untuk menulis. Kami persilakan dikirim, nanti kalau kami muat mereka kan suka, lalu bisa dibagikan ke teman-temannya dan semakin banyak yang mau mengerti tentang bahasa Jawa," tandasnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar