Hukum Jual Beli Kucing dan Anjing dalam Islam, Halal atau Dosa?

  Selasa, 02 Maret 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Bagaimana hukum jual beli hewan, khususnya kucing dan anjing dalam Islam? (Pixabay/María Fernanda Pérez)

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM – Bagaimana hukum jual beli hewan, khususnya kucing dan anjing dalam Islam?

Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Prof KH Achmad Satori Ismail menjelaskan, sebenarnya melakukan jual beli binatang yang jinak seperti kucing dan anjing, kalau tidak ada manfaatnya, tidak boleh. Dalam ajaran Islam, selama tidak ada manfaatnya tidak boleh dilakukan.

Dia menjelaskan, sejumlah ulama membolehkan jual beli anjing. Namun, syaratnya anjing untuk menjaga rumah dan anjing pemburu. "Artinya kalau ada manfaatnya dibolehkan (jual beli anjing)," kata Kiai Satori, seperti diberitakan Republika.co.id.

9 Cara Menjaga Anjing Anda Agar Tetap Bersih dan Harum

Dia menyampaikan, para ulama berdasarkan hadis yang cukup kuat melarang jual beli anjing. Rasulullah SAW bersabda, melarang memakan hasil menjual anjing.

"Tapi kalau anjing pemburu dan anjing untuk menjaga rumah, artinya bukan untuk senang-senang, maka ada ulama yang membolehkan (jual beli anjing), sama dengan kucing (ada ulama yang membolehkan dan melarang)," tuturnya.

Kiai Satori mengingatkan, masalahnya sekarang makanan kucing dan anjing itu terkadang lebih mahal daripada makanan manusia. Padahal masih banyak orang-orang miskin yang perlu mendapat perhatian dan bantuan.

Selain Setia, Anjing Bisa Cemburu?

"Istilahnya masih banyak orang kelaparan, kemudian ada anjing yang diberi makan lebih daripada porsi untuk memberi makan seorang miskin, itu dikhawatirkan seperti itu," ujarnya.

Sementara itu, dalam pandangan Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof Huzaemah T Yanggo, hewan peliharaan yang bisa dimakan dan halal tentu hukumnya bisa dijual. Sementara itu, menjual kucing dan anjing ada dua pendapat ulama.

Dia menerangkan, ada ulama yang membolehkan menjual kucing dan anjing, dan ada ulama yang tidak membolehkan. Namun menurut pandangannya, kalau anjing untuk berburu di zaman dulu dan anjing untuk melacak atau menangkap penjahat di zaman sekarang, hukumnya boleh dijual.

Bayi Baru Lahir Dibuang di Kebun, Awalnya Dikira Suara Kucing

"Kalau anjing yang digunakan untuk melacak dan menangkap penjahat misalnya, bisa saja (dijual) karena dia selama ini dipelihara, dirawat, dikasih makan," kata Prof Huzaemah.

Mengenai hukum menjual kucing juga, kata dia, ada dua pendapat. Ada ulama yang membolehkan dan melarang jual beli kucing. Ulama yang melarang menjual kucing karena dia bukan hewan untuk dimakan.

Mereka yang Jadi Cahaya Bagi Kucing Liar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar