Sarjana Ekonomi Jadi Petani demi Olah Lahan Kurang Subur

  Selasa, 02 Maret 2021   Praditya Fauzi Rahman
Porang yang dibudidayakan kelompok Porang Plandaan. (Instagram/porang_plandaan)

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM -- Juliarta Darma Suganda (25), Sarjana Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), memilih bertani di lahan kurang subur alih-alih berprofesi sejalur dengan pendidikannya.

Lahan kurang subur itu berada di sekitar tempat tinggalnya, di Desa Plandaan, Kabupaten Jombang. Bertahun-tahun, lahan itu mangkrak, belum diolah maksimal.

Namun, setelah riset, lahan tersebut tetap bisa dimanfaatkan dan menjadi peluang ekonomi. Dia pun membudidayakan porang, tanaman yang tak perlu tanah gembur untuk tumbuh.

Meski perawatannya mudah karena tak perlu banyak pupuk, tapi kendala tetap ada. Di antaranya harga benih dan sewa lahan yang mahal. "Apalagi, aku kan nggak punya tegalan (lahan) juga. Lalu, mengajak teman. Setelah itu kami jadikan tim, namanya Porang Plandaan," kata pria yang akrab disapa Ganda itu.

Ganda dan 5 rekan timnya memulai proyek ini dengan menyewa lahan di dekat tanah milik saudaranya. Sebanyak 15.000 benih porang dibeli secara mandiri, 10.000 ditanam, sisanya dijual kembali. Menurutnya, banyak warga yang minat menanam porang. Terlebih untuk bibit porang yang dia kulak dari produsen.

"Peminatnya (benih porang dan porang) banyak. Yang cari bibit porang di masyarakat sekitar," kata dia.

Meski saat ini masih menanti panen, Ganda memperkirakan bisa mendapatkan 10 ton porang saat pertengahan 2022. Adapun hasil panen rencananya dijual dalam bentuk umbi dengan harga Rp 8.000/kilogram.

Ganda juga berencana membuat Green House. Dia akan menggandeng karang taruna setempat agar memanfaatkan lahan untuk bertani.

"Bulan depan mau bikin green house. Gerakan menanam dan memanfaatkan lahan sekitar untuk pertanian," katanya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar