170 dari 500 Penghuni Panti Asuhan Yayasan Bhakti Luhur Malang Positif Covid-19

  Selasa, 02 Maret 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi positif Covid-19. (Shafin Al Asad Protic dari Pixabay )

MALANG, AYOSURABAYA.COM --Dinas Kesehatan Kota Malang mengkonfirmasi sebanyak 170 orang penghuni Panti Asuhan Yayasan Bhakti Luhur, Jalan Raya Dieng, Sukun, Kota Malang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan tes swab antigen. Mereka pun diisolasi di dalam panti asuhan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif mengatakan, di panti asuhan ini terdapat sekira 500 orang. Dari jumlah itu 170 orang dinyatakan positif berdasarkan swab antigen. Terdiri dari 85 pengasuh panti dan 85 anak berkebutuhan khusus (disabilitas).

AYO BACA : Jadwal Salat Kota Surabaya Rabu 3 Maret 2021

“Dihuni oleh 500 orang, terdiri dari anak berkebutuhan khusus (disabilitas) dan pengasuhnya. Ternyata 170 orang hasilnya positif berdasarkan swab antigen,” ujar Husnul, Selasa, (2/3/2021).

Husnul mengatakan, langkah awal yang dilakukan adalah memisahkan penghuni positif dan negatif. Selanjutnya, selama isolasi mandiri Dinkes Kota Malang melalui Puskesmas setempat akan melakukan pengawasan dan memberi asupan gizi seperti vitamin kepada penghuni panti.

AYO BACA : Penjaga Gawang Madura United Pindah ke Persebaya

“Dengan hasil seperti itu, dilakukan suatu pemisahan. Dimana 170 orang yang positif itu, diwajibkan untuk menjalani isolasi mandiri dan ditempatkan di bangunan yang berbeda. Kami juga akan memantau dan memperhatikan asupan gizinya,” kata Husnul.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan proses treatmen untuk penyandang disabilitas akan dilakukan berbeda oleh Dinkes Kota Malang. Selain itu 170 orang ini akan dipastikan lagi dengan test PCR Swab. Sebab sementara ini mereka masih dinyatakan positif berdasarkan swab antigen.

“Kita akan memastikan nanti apakah mereka semuanya itu positif atau tidak. Karena belum dilakukan test PCR Swab. Baru Swab antigen untuk 170 penghuni panti itu. Nah bagi yang lainnya kita langsung lakukan isolasi secara khusus, karena dia adalah difabel punya kebutuhan khusus, treatmennya juga berbeda. Lalu ruangannya kita pisahkan, karena ini kebetulan semuanya adalah OTG,” tandas Leonardus. 

AYO BACA : Sopir Ambulans Tantang Penganut Konspirasi Kuburkan Jenazah Covid-19

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar