Panduan Perawatan Aneka Jenis Tanaman Hias

  Selasa, 02 Maret 2021   Praditya Fauzi Rahman
Tata cara dan seni dalam merawat tanaman hias memiliki teknik tersendiri.(ayosurabaya/Praditya Fauzi Rahman)

GUBENG, AYOSURABAYA.COM -- Dampak pandemi Covid-19 membuat masyarakat harus diam di rumah yang kerap membuat bosan. Salah satu cara untuk mengusir rasa bosan itu adalah dengan merawat tanaman. 

Namun, tata cara dan seni dalam merawat tanaman, terutama tanaman hias memiliki teknik tersendiri. Apalagi, untuk jenis tanaman hias tertentu yang harus mendapat perawatan ekstra.

Pedagang dan pembudi daya tanaman hias, Khusnul Huda memberikan tips dan trik perihal tersebut.

Dari 15 item tanaman hias yang dimiliki, adenium dan bonsai disebutnya lebih membutuhkan perawatan ekstra, seperti durasi memupuk dan menyiram. 

Sedangkan, tanaman yang minim perawatan adalah kaktus. Selain tak perlu sering menyiram, tanaman tersebut juga bisa hidup kendati jarang diberi pupuk atau vitamin lainnya. 

"Yang paling diminati sekarang kaktus dan aroid, selain merawatnya mudah, tidak perlu menyiram. Tapi, saya dengar dari pelanggan, katanya juga bisa menyerap racun, beda dengan bonsai yang harus sering dirawat," kata pemilik stan tanaman hias 'Inul Nursery' itu kepada AyoSurabaya.com, Selasa (2/3/2021). 

AYO BACA : 16 Daerah di Jatim Masuk Zona Kuning, Surabaya Zona Apa ?

Khusnul mengimbuhkan ada pula tanaman yang dirawat seperti biasa, namun mengundang pundi-pundi rupiah, yakni jenis Varigata.

Pertumbuhan alami yang membuat daun cantik, populasi yang sedikit, serta menjadi target buruan kolektor, membuat harga varigata meroket.

"Karena jenis yang berbeda, aslinya warna hijau lalu keluar dengan bentuk warna lain. Kadang ada putihnya, ada kuningnya, dan itu yang membuat harga varigata mahal. Pertumbuhannya itu terjadi secara alami, dari bentuk potongan bibitan, indukan, dan benih, itu rejeki-rejekian (aji mumpung)," katanya sambal memperlihatkan tanaman varigata senilai Rp2,5 juta. 

Khusnul mengaku beruntung hidup di desa Miru, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Sebab, mayoritas warganya pembudi daya tanaman hias yang sampai saat ini menjadi rujukan kolektor. Maka dari itu, ia mengaku lebih mengetahui cara merawat tanaman hias yang baik dan benar.

Kendati memahami spesifik perawatan dan pembudidayaan, namun Khusnul enggan disebut pakar. Ia ingin, ilmu yang dimiliki dapat bermanfaat bagi orang lain yang sehobi dengannya.

"Di desa saya itu jual tanaman semua, jadi kalau, Mas ke rumah saya, selain ada petani ada juga penjual, ada semua di sana," jelasnya. 

AYO BACA : Omzet Petani dan Pedagang Tanaman Hias di Surabaya Melonjak Drastis selama Pandemi

Pedagang dan pembudidaya tanaman bonsai bernama Sujud Syukur mengamini hal itu. Kendati cukup rumit, namun harga pasar dan populasinya sejak dulu cenderung stabil. 

"Perawatannya sebenarnya mudah, yang penting kena sinar matahari langsung, karena butuh fotosintesis, penyiraman harus rutin terutama yang kecil-kecil, setidaknya 2 kali sehari," bebernya kemudian menunjukan bonsai miliknya seharga Rp 2 juta. 

Selain harus kena sinar matahari, sambung Syukur, ranting dan daun bonsai wajib dipotong. Istilah itu dikenal dengan sebutan 'Peruning'. Tujuannya, agar terlihat cantik, rapi, dan tidak tumbuh liar. 

Untuk jenis yang diburu kolektor, yakni Anting Putri, malah membutuhkan perawatan super ekstra dan hati-hati. Selain harganya yang lebih tinggi dari jenis bonsai lain, Anting Putri juga langka. 

"Yang paling sering dicari itu jenis anting putri, ciri khasnya ada bunganya tetapi seperti jatuh ke bawah," tandas pemilik stan bunga Pohon Mungil itu. 

Untuk pupuk, penyiraman, dan memanaskan dibawah terik matahari pun harus benar-benar diperhatikan. Bila tak sesuai dengan kapasitas serapan, tumbuh kembang tanaman terhambat, bahkan layu atau mati. 

"Harus seimbang, tidak boleh kebanyakan air, jarang disiram juga tidak boleh. Pupuk juga begitu. Intinya, harus sesuai takaran. Yang terpenting harus kena sinar matahari langsung," tutupnya.

AYO BACA : Kemenkes Benarkan Temuan 2 Kasus Mutasi Virus Jenis Baru yang Lebih Mudah Menular

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar