Awal Maret, 22 Daerah Jatim Zona Oranye, Surabaya Zona Apa?

  Rabu, 03 Maret 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Update Covid-19 Jatim: 22 Daerah Zona Oranye, Surabaya Zona Apa? (Pixabay/Muhammad Rizky Klinsman)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Sebanyak 16 daerah di Jawa Timur masuk kategori risiko rendah atau zona kuning. Sisanya, 22 kabupaten/kota masih zona oranye. Per Selasa (2/3/2021) tidak ada zona merah di Jatim. Lantas, Kota Surabaya zona apa?

"Tepat setahun Covid-19 di Indonesia, sesuai data Gugus Tugas Nasional per hari ini, di Jatim terdapat 16 daerah atau 42 persen zona kuning," ujar anggota Satgas Kuratif Covid-19 Jatim dr. Makhyan Jibril ketika dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (2/3/2021).

Daftar zona kuning di Jatim yaitu:

  1. Bangkalan
  2. Sumenep
  3. Kota Probolinggo
  4. Malang
  5. Jember
  6. Bondowoso
  7. Situbondo
  8. Probolinggo
  9. Pasuruan
  10. Tulungagung
  11. Bojonegoro
  12. Mojokerto
  13. Sampang
  14. Pamekasan
  15. Lumajang
  16. Kabupaten Lamongan.

Sementara itu, daftar 22 daerah kategori zona oranye yaitu:

  1. Kediri
  2. Kota Mojokerto
  3. Kota Surabaya
  4. Kota Kediri
  5. Sidoarjo
  6. Madiun
  7. Gresik
  8. Kota Pasuruan
  9. Banyuwangi
  10. Tuban
  11. Kota Malang
  12. Kota Batu
  13. Kabupaten Nganjuk
  14. Ngawi
  15. Trenggalek
  16. Ponorogo
  17. Magetan
  18. Kota Blitar
  19. Blitar
  20. Kota Madiun
  21. Pacitan
  22. Kabupaten Jombang.

Menurut dr Jibril, hasil tersebut menunjukkan kerja sama efektif berbagai pihak. Seperti aparat yang melakukan penegakan hukum, pemerintah yang melakukan program penanggulangan dan pengendalian, serta masyarakat yang menjalankan protokol kesehatan.

Selain itu, peran-peran dari tokoh agama maupun tokoh masyarakat yang tak pernah berhenti melakukan sosialisasi dan imbauan juga sangat membantu, termasuk media massa yang selalu bersama-sama berupaya memerangi Covid-19.

Adapun hasil dari program pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro juga disebutnya sangat membantu upaya penanggulangan Covid-19, seperti program beberapa pembatasan aktivitas serta kampung tangguh.

Berikutnya, adanya vaksinasi, terutama selesainya terhadap sasaran petugas kesehatan dan sebagian lanjut usia (lansia) menjadi salah satu faktor keberhasilan Jatim keluar dari zona merah atau berisiko tinggi.

Terhadap penyintas pasien Covid-19 di Jatim, tim gugus tugas juga mengucapkan apresiasinya karena se-Tanah Air menjadi yang paling banyak menyumbangkan donor plasma konvalesen atau sekitar 42 persen.

"Ini adalah sinergitas dan prestasi bersama karena semua pihak bergerak," ucap dokter muda lulusan S2 di bidang healthcareenterpreneurship di University College London, Inggris tersebut.

Kendati demikian, dia mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak lengah dan lalai terhadap penerapan protokol kesehatan, meski sebagian wilayah di Jatim sudah memasuki zona kuning.

"Ingat saat Oktober tahun lalu, di Jatim zona kuningnya sudah mencapai 62 persen, tapi tiba-tiba di akhir tahun melonjak, bahkan sampai delapan daerah sempat berstatus zona merah lagi sampai awal tahun 2021. Ini harus dihindari dan tekad sampai ke zona hijau atau tak berisiko semakin kuat," kata dia.

Sementara itu, situasi Covid-19 di Jatim berdasarkan data nasional per pukul 16.00 WIB hari ini, secara kumulatif terkonfirmasi sebanyak 130.212 pasien.

Perinciannya, yang dirawat 3.340 orang atau 2,56 persen, lalu konfirmasi sembuh mencapai 117.693 orang atau 90,39 persen dan konfirmasi meninggal dunia sebanyak 9.179 orang atau 7,05 persen.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar