Jatim Nihil Zona Merah, Vaksinasi Tertinggi se-Indonesia, Gubernur Khofifah Bersyukur

  Rabu, 03 Maret 2021   Praditya Fauzi Rahman
Vaksinasi lansia di gedung Samator Surabaya. Sabtu (27/2/21). (khofifah.ip)

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM -- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersyukur atas pencapaian vaksinasi tertinggi yang diiringi meningkatnya zona kuning. Menurutnya, hasil membanggakan itu adalah kerja keras seluruh pihak, baik masyarakat, TNI/Polri, hingga sejumlah stakeholder lainnya. 

Khofifah mengapresiasi kedisiplinan masyarakat dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sedari awal hingga tahap mikro yang dinilai efektif menekan penyebaran Covid-19. 

"Alhamdulillaah saat ini ada 16 Kabupaten/Kota di Jawa Timur atau 42% nya masuk ke dalam zona kuning. Sisanya sebanyak 22 Kabupaten/Kota masuk zona oranye, dan tidak ada yang masuk zona merah," ungkap Gubernur Jatim yang akrab disapa Khofifah, di sela-sela kunjungan kerjanya pada acara sertijab Bupati Blitar, Rabu (3/3). 

"Kita sangat bersyukur, pencapaian vaksinasi Jatim saat ini tertinggi," terang Khofifah melalui keterangan tertulis, Rabu (3/3/2021).

"Ke depan, kita berharap cakupannya semakin luas. Utamanya bagi masyarakat yang termasuk prioritas bisa segera mendapatkan vaksinasi," timpal dia. 

AYO BACA :

Perihal zonasi di Jatim, Khofifah mengungkapkan bahwa sebelum PPKM 1  dilakukan, ada 8 daerah di Jatim dengan zona merah. Status Covid-19 di Jatim pun mengalami penurunan yang signifikan dibanding sebelum PPKM. 

Sebab, BOR Ruang Isolasi dan ICU Covid-19 sebelum PPKM mencapai 79% dan 72%. Sedangkan, sekarang BOR mengalami penurunan signifikan, yakni 37%, Ruang Isolasi dan ICU Covid-19 54%.

"Zonasi adalah alat ukur apakah intervensi yang kita lakukan sudah berada di jalur yang benar. Tentu kita bersyukur dengan hasil yang baik ini, tetapi zonasi ini bukan sebuah pencapaian," jelas orang nomor 1 di Jatim itu.

Oleh karena itu, Khofifah selalu mengingatkan dan mengimbau masyarakat agar tak lengah. Tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) kendati vaksinasi tengah berlangsung.

"Kami harap, semua elemen masyarakat tetap disiplin menerapkan prokes. Ini penting, agar pandemi Covid-19 bisa segera berakhir," tandasnya.

Berdasarkan informasi yang ada, status Covid-19 di Jatim pada Selasa (2/3/2021) pukul sekitar pukul 16.00 WIB, angka kesembuhan di Provinsi Jatim mencapai 90.39% (117.693 orang) dan angka kematian sebesar 7.05% (9.179 orang). Sedangkan, 528 kasus konfirmasi sembuh, 412 konfirmasi positif baru dengan jumlah pasien dirawat 3.340 orang dari total kumulatif 130.212 orang (2.56%).

AYO BACA : Mutasi Virus Corona B117 dari Inggris Sudah Ada di Karawang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar