Ojo Kaku-kaku Kon! Sosok Pria yang Takut Disuntik dan Videonya Viral di Surabaya

  Kamis, 04 Maret 2021   Praditya Fauzi Rahman
Agus Rifandi, sosok pria yang video viral lantaran takut jarum suntik.

PABEAN CANTIAN, AYOSURABAYA.COM -- "Tampang Rambo, Hati Hello Kitty" begitulah kiasan yang menggambarkan video lucu seorang pria yang ketakutan disuntik vaksin Covid-19 beberapa wakrtu lalu. Video tersebut viral di media sosial dan mengundang beragam komentar netizen.

Pria berkaos hitam itu tidak bisa diam saat akan disuntik. Dia juga berulangkali melantunkan kalimat takbir sembari menggenggam tangan seorang pria yang berada di sisi kanannya.

Video berdurasi 1.43 detik itu juga sempat diunggah di akun Instagram resmi Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa. Tayangan tersebut memperoleh 2016 komentar dan telah diputar 343.429 kali.

"Ojok kaku-kaku kon! (jangan kaku kamu!)," sentak seorang pria yang mendampingi pasien pria yang ketakutan dalam video tersebut. 

"Sek, tak lemesno (Sebentar, saya lemaskan)," jawab pria yang ketakutan itu.

Sesekali, pria yang ketakutan itu mengusap keringat di dahi, perut, dan pipinya. Ketika waktunya jarum suntik menembus kulitnya, pria itu berteriak sembari mencengkeram erat tangan rekannya.

AYO BACA : Sambut Ramadan, Pemkab Banyuwangi Siapkan Prokes untuk Salat Tarawih

Siapa sebenarnya pria yang ada dalam video tersebut?
Saat AyoSurabaya.com menilik lebih lanjut, pria itu merupakan seorang anggota kepolisian di kota pahlawan. Agus Rifandi namanya. Secara tak sengaja, Agus sempat bersimpangan dengan AyoSurabaya.com saat berada di kawasan Pabean Cantian, Surabaya.

Agus mengatakan ia petugas Unit Reskrim Polsek Pabean Cantian Surabaya. Selain membenarkan, ia mengaku tersipu malu lantaran videonya saat vaksinasi viral di media sosial.

"Itu pas vaksin pertama, Mas," beber Agus, Kamis (4/3/2021).

Agus menambahkan, vaksinasi yang dilakukannya kala itu adalah tahap pertama. Pelaksanaanya, berlangsung di Polsek Pabean Cantian pada pekan lalu.

Ia mengaku tak henti-hentinya melantunkan ayat suci Al-Quran, membaca doa qunut, serta ayat kursi. 

Saat disinggung ketakuatannya itu, Agus mengaku memang phobia terhadap jarum suntik. 

AYO BACA : Gagal Upload KTP saat Daftar Prakerja Gelombang 13? Ini Tips agar Lolos

"Spontan baca ayat kursi, Qunut juga. Saya itu takut jarumnya, bukan vaksinasinya," imbuh polisi dengan pangkat Brigadir itu, lalu tersenyum.

Agus menjelaskan ketika ia jatuh sakit, ia enggan berobat ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit. Justru memilih alternatif lain, yakni minum obat dan beristirahat di rumah.

Anggapan Agus, setiap kali berobat ke rumah sakit atau puskesmas, langsung disuntik oleh dokter atau perawat. Maka dari itu, ia memilih ogah berurusan dengan jarum suntik.

"Saya nggak pernah ke rumah sakit, kalau sakit ya minum obat," aku pria yang menjadi tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Pabean Cantian selama 9 tahun itu.

Agus mengakui, vaksinasi itu adalah jarum suntik pertama kali yang ia rasakan seumur hidupnya. Kendati demikian, ia mengaku tak merasakan sakit.

"Baru sekali aja (disuntik). Tibak'e gak keroso (ternyata tidak terasa). Insya Allah meneh gak wedi mas (Insyaallah vaksin kedua vaksi. tak takut lagi)," jelas dia, lalu tertawa. 

Agus mengimbau dan mengajak masyarakat untuk menjalani serangkaian proses vaksinasi yang diwajibkan pemerintah. Selain tidak sakit, juga dapat membuat imun meningkat guna memerangi virus SARS CoV-2 selama pagebluk.

"Ya titip pesan aja buat masyarakat, jangan takut vaksin, tidak sakit kok, justru baik buat tubuh," imbau dia.

Ia mengatakan kini tak gentar menghadapi jarum suntik lagi. Terlebih, untuk memerangi virus corona.

AYO BACA : Tips Lolos Prakerja Gelombang 13, Persiapkan Ini Sebelum Tes Motivasi!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar