6 Tipe Pengendara Motor di Surabaya, Kamu Termasuk yang Mana?

  Kamis, 04 Maret 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi pengendara sepeda motor. (kolibri5/pixabay)

JAMBANGAN, AYOSURABAYA.COM -- Ruas jalan raya di Kota Surabaya tak pernah sepi dari pengendara sepeda motor. Saking banyaknya jumlah motor dan pengendara, semakin beragam pula karakteristik pengendara di jalan raya. Ada yang individu, berboncengan, bahkan cenglu (goncengan telu/bertiga).

Nah, ayosurabaya akan mengulas beberapa tipe pengendara sepeda motor yang ada di kota pahlawan.

1. Individualis
Para pengendara jenis ini kerap ditemukan setiap saat. Meski berkendara seorang diri, namun sering main serong saat berada dalam kerumunan.

Sebut saja di lintasan panjang, seperti Jalan Raya Darmo. Ketika kondisi lalu lintas (lalin) macet atau padat merayap, sang 'individualis' sering dijumpai. Sabet kanan, sabet kiri, asal cepat, mungkin itu yang ada dibenaknya.

Namun, hal tersebut justru membahayakan pengendara lain. Tak heran, banyak pengendara yang gedek dengan pengendara tipe ini.

2. Duo Gambreng
Umumnya, 'Duo Gambreng' kerap dijumpai dikawasan pinggiran Suroboyo. Misalnya di kawasan perkampungan, seperti Jalan Raya Ketintang, Wonokromo, Ngagel, Rungkut, Jambangan, Donowati, Kapasan, hingga Sutorejo.

Pengendara tipe ini, seringkali abai dengan keselamatan berlalu lintas. Tak mengenakan helm, kebut-kebutan, hingga 'guyon' sendiri di jalanan. Cenderung 'caper' dan abai dengan kondisi lalin.

AYO BACA : Gagal Upload KTP saat Daftar Prakerja Gelombang 13? Ini Tips agar Lolos

Selain membahayakan dirinya sendiri, Duo Gambreng juga mengganggu lalin.

3. Cenglu / Goncengan Telu (Bertiga)
Nah, 'Cenglu' ini tak melulu dengan istilah 'Cabe-cabean. Di Surabaya, laki-laki pun sering ditemui dan kerap disebut 'terong-terongan' Seringkali, mereka berada di kawasan 'cangkrukan' di beberapa spot tertentu.

Kerap kali, mereka berkumpul dan bersepeda di kawasan Gayungan (sekitaran Masjid Al Akbar), Waru (dekat pintu masuk Tol Waru sisi timur), hingga Kenjeran Park. Sesekali, mereka sering menggoda pengendara lain yang melintas.

Mirisnya, mereka abai keselamatan berkendara. Tak hanya berkendara kebut-kebutan, mereka sering tak mengenakan helm SNI.

4. Mak-Mak Ndlereng
Pengendara ini merupakan wanita, didominasi usia matang dan sering berboncengan dengan anak kecil. Mengapa disebut 'Mak-Mak Ndlereng'? 

Seringkali, para ibu-ibu ini menghidupkan lampu sein yang berlawanan dengan arah tujuan. Misalnya, ia belok ke kanan, namun lampu sein ke arah kiri. Pun sebaliknya.

Warga Surabaya, kerap menilai cara berkendaranya dengan sebutan 'gak tegen', 'gak entos' atau 'gak tayoh' yang berarti sama, yakni tidak mahir. Baik dalam segi kecepatan, menikung, maupun berhenti mendadak. Umumnya, mereka berkendara sambil 'nyelatu' (ngedumel) bila ada pengendara lain yang dirasa mengganggu jalannya.

AYO BACA : Tips Lolos Prakerja Gelombang 13, Persiapkan Ini Sebelum Tes Motivasi!

Nah, tipe pengendara ini, sering dijumpai pada area pasar atau swalayan. Kalau mau selamat, jangan coba-coba berurusan dengan tipe pengendara ini!

5. Tertib Aturan
Sering kali, pengendara ini muncul saat petang hingga pagi buta. Didominasi komunitas motor dan pecinta otomotif.

Saat berada di jalanan, pengendara tipe ini cenderung tertib lalin dibandingkan dengan lainnya. Karena, mereka sering terpantau lebih mengutamakan keselamatan berkendara, mulai dari helm, spion, hingga motor yang standar dan selalu 'apik'.

Umumnya, mereka berada di kawasan Surabaya Pusat, seperti di Basuki Rahmat, Gubernur Suryo, Embong Malang, dan Raya Darmo.

6. Komentator
Pengendara tipe ini, sering terlihat santai saat berkendara. Bahkan, cenderung abai dengan kondisi lalin dan pengendara lain.

Acap kali, mereka sering ngobrol sepanjang perjalanan. Tak heran, mereka sering kena semprot pengendara lain yang merasa jalannya tertutup akibat cara berkendara mereka yang lamban dan sering berada di jalur cepat.

Umumnya, pengendara tipe ini didominasi muda-mudi lawan jenis. 

Nah, 6 tipe pengendara itu kerap dijumpai di sejumlah ruas jalan di Kota Surabaya. Kamu termasuk tipe mana?

AYO BACA : Link Resmi Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13, Syarat & Cara Daftarnya

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar