Pakar: Virus Corona B117 Tidak Kebal Vaksin, Tak Perlu Gusar Tapi Tetap Waspada

  Kamis, 04 Maret 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi virus corona. (Pete Linforth dari Pixabay )

YOGYAKARTA, AYOSURABAYA.COM -- Terdeteksinya varian baru virus corona B117 di Indonesia, menurut Ketua Pokja Genetik FK-KMK UGM dr Gunadi, memang perlu diwaspadai.

Meski begitu, ia mengatakan, masyarakat tak perlu khawatir secara berlebihan setelah ditemukannya dua kasus varian corona Inggris itu pada dua pekerja migran yang baru pulang ke Indonesia.

Gunadi pun menepis isu yang menyebutkan bahwa B117 kebal dari vaksin. Isu tersebut tak benar karena, kata dia, berdasarkan data riset, mutasi virus yang kali pertama ditemukan di Inggris ini tidak berpengaruh secara signifikan terhadap efikasi vaksin.

AYO BACA : Virus Corona B117 70 Kali Lebih Menular, Gubernur Minta Warga Jatim Tidak Lengah

"Info itu tidak benar, data riset menunjukkan bahwa varian ini tidak berpengaruh secara signifikan terhadap efikasi vaksin yang sudah beredar, Pfizer, Moderna, AstraZeneca, maupun Sinovac," ujar Gunadi, Kamis (4/3/2021).

Corona B117 juga disebut-sebut lebih cepat menular dan menyebar karena tingkat penularannya 30-70 persen lebih cepat dibanding virus corona Wuhan.

Namun, soal hubungan antara varian corona Inggris ini dengan derajat keparahan pasien Covid-19, Gunadi mengatakan, tak ada laporan soal itu.

AYO BACA : 6 Tipe Pengendara Motor di Surabaya, Kamu Termasuk yang Mana?

"Riset awal bulan Desember menyatakan tidak ada hubungan antara varian Inggris ini dengan derajat keparahan pasien Covid-19. Riset terbaru menunjukkan bahwa varian ini meningkatkan risiko derajat berat pasien. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi," terangnya.

Meski begitu, untuk mengantisipiasi penyebaran B117, Gunadi mengingatkan masyarakat supaya tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat, di antaranya dengan dengan selalu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dengan menghindari kerumunan.

"Masyarakat boleh waspada dengan adanya mutasi baru tersebut, tetapi tidak perlu disikapi dengan kekhawatiran berlebihan. Masyarakat tetap harus menerapkan 3M," tutur Gunadi.

Ia juga berharap, pemerintah, melalui Satgas Covid-19, melakukan contact tracing dengan tepat dan cepat, terutama pasien dari perjalanan luar negeri, dilanjutkan dengan peningkatan surveilans genomik serta pembatasan mobilitas warga.

AYO BACA : Tips Lolos Prakerja Gelombang 13, Persiapkan Ini Sebelum Tes Motivasi!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar