Armudji Ajak Pedagang RMI Ngagel Berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya

  Jumat, 05 Maret 2021   Praditya Fauzi Rahman
Wakil Wali Kota Surabaya, Armudji, berbincang dengan pedagang Sentra Wisata Kuliner di kawasan Ruko Manyar Megah Indah. (Humas Pemkot Surabaya)

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM - Wakil Wali Kota Surabaya, Armudji, meninjau Sentra Wisata Kuliner (SWK) di kawasan Ruko Manyar Megah Indah (RMI) di kawasan Ngagel Jaya Selatan pada Kamis (4/3/2021) sore.

Armudji mengaku ingin mengetahui langsung kondisi salah satu SWK selama pandemi Covid-19. 

Dia mengatakan, suasana di RMI Ngagel itu masih ramai pembeli meski masih dalam kondisi pagebluk. Berbeda halnya dengan sejumlah lokasi lain yang sudah ditutup akibat pandemi Covid-19. 

"Masih agak ramai (pembeli), karena di beberapa tempat itu ditutup," kata Armudji, didampingi Kepala Dinas Koperasi (Dinkop) Kota Surabaya, Kamis (4/3/2021). 

Armudji lantas mendengarkan langsung keluh kesah para pedagang yang ada di sana. Salah satunya adalah dampak pandemi yang membuat omzet para pedagang di SWK mengalami penurunan. Imbasnya, para pedagang terpaksa merumahkan beberapa karyawannya. 

"Mereka (pedagang RMI Ngagel) mengalami penurunan, hampir 50%," sambung pria yang akrab disapa Cak Ji itu. 

Armudji menegaskan, Pemerintah Kota Surabaya tak tinggal diam dan berinisiatif menggandeng para pedagang di SWK. Salah satu upaya yang dilakukan pemkot, adalah memesan makanan ataupun minuman pedagang di SWK. Terutama, untuk konsumsi saat ada acara maupun seremonial lainnya. 

Selain itu, ada upaya lain yang dilakukan, yaitu membantu mempromosikan produk para pedagang RMI Ngagel melalui sejumlah alternatif yang ada. 

"Tentunya, menjadi motivasi kami, nanti kalau ada acara di rumah dinas atau di pemerintahan, paling tidak bisa juga mengambil makanan yang ada di sentra-sentra ini," tandas mantan Ketua DPRD Kota Surabaya. 

Armudji menyatakan, pihaknya telah menginventarisasi produk makanan dan minuman para pedagang di SWK. Bahkan, beberapa produk yang dijual dinilai mempunyai ciri khas tersendiri. 

"Harus kita ambil, supaya pemkot bisa membantu daripada musim pandemi ini," ungkapnya. 

Menurutnya, hal serupa tak hanya dilakukan kepada para pedagang di RMI Ngagel saja, tapi juga kepada para pedagang di SWK lainnya. Sebelum beranjak, ia berpesan agar para pedagang tetap menjaga higienis dan kebersihan makanan serta minuman yang dijajakan. Selain itu, juga menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat selama melakukan aktivitas jual beli. 

"Yang penting higienis dan sudah dalam tataran makanan yang sudah layak," ujar dia. 

"Ada 43 SWK di Surabaya. Kalau pandeminya belum benar-benar turun, maka orang akan takut untuk ke tempat-tempat keramaian seperti ini. Oleh karena itu, pemerintah kota menganjurkan marilah kita bekerjasama untuk menjaga prokes," tutup wakil Eri Cahyadi itu.
 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar