Kisah Dosen Unusa Mewakili Indonesia di Forum Internasional ISA

  Jumat, 05 Maret 2021   Praditya Fauzi Rahman
Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Wardah Alkatiri, menjadi pembicara di forum International Sociological Association (ISA) yang digelar secara virtual dan berpusat di Porto Alegre, Brazil. Dari 125 negara yang ikut serta, Wardah menjadi salah seorang perwakilan dari Indonesia. (Humas Unusa)

WONOCOLO, AYOSURABAYA.COM -- Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Wardah Alkatiri, menjadi pembicara di forum International Sociological Association (ISA) yang digelar secara virtual dan berpusat di Porto Alegre, Brazil. Dari 125 negara yang ikut serta, Wardah menjadi salah seorang perwakilan dari Indonesia.

Ketika itu, Wardah dan ratusan peserta lainnya membahas peran sosiologi yang semakin dibutuhkan di dunia. Dia juga dihadapkan pada sejumlah masalah yang mendesak yang tengah melanda, seperti bencana alam, kerusakan lingkungan, kesenjangan sosial, hingga pandemi Covid-19 yang sampai kini menjadi permasalahan seluruh negara.

Melalui tulisannya yang tengah dibahas dalam forum itu, Food in the Anthropocene, secara detail dia meninjau problematika pangan di era krisis anthropocene atau era dengan kondisi alam yang benar-benar sudah berubah akibat ulah manusia.

"Melalui tulisan saya, banyak negara yang mendukung. Serta, menjadikan bahasan secara serius di negara mereka," kata Wardah melalui keterangan tertulis yang diperoleh AyoSurabaya.com, Jumat (5/3/2021).

Wardah mengaku bangga turut terlibat dalam forum internasional itu. Pasalnya, peserta yang lolos dari Indonesia hanya 2 orang, dirinya dan seorang dosen Universitas Indonesia (UI).

"Alhamdulillah, tulisan saya menjadi pembahasan dan lolos seleksi. Ke depannya, saya akan menjadikan chapter (bab) dalam buku yang diterbitkan ISA SAGE publication," kata wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Pusat Pengembangan Masyarakat dan Peradaban Islam (PPMPI) Unusa.

Saat mengikuti forum ISA, Wardah mengisahkan beragam problematika Internasional secara gamblang. Dia pun mempertegas tulisan yang menurutnya telah dilirik secara universal sejak 23 sampai 28 Februari 2021 itu.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar