Amanudin, Suri Tauladan para Tahanan di Mapolsek Sukolilo Surabaya

  Jumat, 05 Maret 2021   Praditya Fauzi Rahman
Amanudin (55) membimbing rekan sesama tahanan di Mapolsek Sukolilo Surabaya, Jumat (5/3/2021). (ayosurabaya/Praidtya Fauzi Rahman)

SUKOLILO, AYOSURABAYA.COM -- Sepenggal kisah seorang tahanan di Markas Polisi Sektor Sukolilo Surabaya bernama Amanudin menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya. Kendati tengah menjalani masa tahanan akibat kasus penusukan, bukan penghalang baginya untuk berbuat baik.

Pria berusia 55 tahun itu justru menghabiskan waktunya dibalik jeruji besi sebagai guru ngaji. Bahkan, Amanudin sudah memiliki 10 orang santri yang berasal dari sesama penghuni sel tahanan.

Saat berjumpa dengan AyoSurabaya.com, ia meluapkan keluh kesahnya. 

Amanudin mengaku khilaf dan emosi lantaran pernah melakukan penusukan akibat membela martabatnya sebagai seorang suami. Kendati perbuatannya itu membuat dirinya harus meringkuk di sel tahanan.

Namun, Amanudin mengatakan ada hikmah tersendiri dibalik kejadian itu. Kesehariannya dijalani dengan ikhlas dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

"Saya ingin mengajak kepada kebaikan. Saya juga ingin menjadi orang yang berguna di dunia, maupun di akhirat," kata Amanudin saat ditemui di Polsek Sukolilo, Jumat (5/3/2021) siang. 

Sebelum mencicipi dinginnya ubin sel tahanan, Amanudin pernah bekerja sebagai pegawai di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Selain itu, ia turut membantu perusahaan ayam potong punya keponakannya. Ia juga pernah dipercaya sebagai marbot masjid di kawasan Nginden Surabaya.

AYO BACA : 5 Artis yang Dikabarkan Meninggal akibat Covid-19, Mamah Dedeh hingga Ashanty

Namun akibat kasus penusukan itu, semuanya hilang lenyap. 

Nasi sudah menjadi bubur, satu hal yang ia pegang adalah ia tak mau hubungannya dengan Sang Pencipta putus. Beberapa saat usai dijebloskan ke penjara, kemampuannya mengaji ia bagikan kepada sesama tahanan. 

Rekannya menyambut baik usaha Aminudin. Mereka menilai Amanudin merupakan sosok yang selama ini diidam-idamkan. 

Perlahan, Amanudin membawa virus positif bagi teman-temannya. Ia mengaku, hanya ingin mengajak seluruh rekan yang juga terjerat perkara pidana untuk menuju kebaikan, serta mendekatkan diri kepada sang khalik.

Amanudin hanya berharap, dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, sejumlah rekannya tak mudah stres dalam menjalani masa hukuman dibalik jeruji besi. Hari demi hari, Amanudin selalu memotivasi para tahanan agar tak mudah putus asa dan selalu semangat menjalani hari-harinya.

"Iya (memotivasi), agar teman-teman selalu bersemangat," sambung pria yang akrab disapa Pak Aman itu. 

Tak semua rekan Aminudin memahami bacaan Al Quran. Ada yang masih belajar Iqra. Hanya beberapa saja yang sudah khatam 2 kali.

AYO BACA : 6 Tipe Pengendara Motor di Surabaya, Kamu Termasuk yang Mana?

Ia tak terlalu mempermasalahkan perihal tersebut. Menurutnya, hal itu lumrah. Mengingat, kondisi para tahanan berbeda-beda, baik dari segi pengetahuan, pengalaman, dan lain sebagainya.

Amanudin sendiri mengaku, dalam dua bulan, ia khatam hampir delapan kali. 

"Kalau malam nggak bisa tidur, saya gunakan waktu saya untuk baca Al Quran," pungkasnya.

Agar para santrinya lebih memahami dan dapat mengaplikasikannya kepada khalayak saat sudah keluar dari sel tahanan, Amanudin juga mengajarkan terjemahan sejumlah makna penting dalam Al Quran. Pun dengan tausiah usai khataman setelah salat isya. Ia juga rajin melakukan puasa Daud. 

Ketekunan dan kesabaran Amanudin selama ini berbuah manis. Beberapa santri yang telah memaknai bacaan yang tersurat dan mulai belajar puasa. 

Maka dari itu, ia sering memberikan jatah makanan dari petugas kepolisian saat ia sedang melaksanakan saum.

"Sehari puasa sehari tidak. Kalau dapat jatah (makan) saya berikan ke anak-anak (rekan sesama tahanan)," tandasnya.

Amanudin berharap amal dan kebaikannya tersebut dapat dicontoh orang lain. Bahkan, menjadi ladang penghapus kekhilafannya.

"Insyallah, semua sudah saya lakukan, untuk Allah, dan anak-anak saya. Usia saya sekarang juga sudah tua," harapnya, lalu menatap ke arah rekan-rekannya.


 

AYO BACA : Kisah Pembuat Peti Mati di Surabaya yang Kerap Didatangi Sosok Wanita

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar