14 Maret Taman Nasional Bromo Ditutup

  Jumat, 05 Maret 2021   Andres Fatubun
Pemandangan Gunung Bromo. (PublicDomainPictures dari Pixabay )

MALANG, AYOSURABAYA.COM -- Balai Besar Taman Nasional Bromo, Tengger dan Semeru (BB TNBTS) menutup sementara kegiatan wisata di Gunung Bromo. Penutupan ini berlaku mulai 14 Maret pukul 00.00 sampai 15 Maret 2021 pukul 06.00 WIB.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BB TNBTS, Agus Budi Santosa mengatakan, penutupan kegiatan wisata di Gunung Bromo berhubungan dengan surat yang diajukan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Probolinggo. Surat yang tertanggal pada 22 Februari tersebut memberitahukan adanya perayaan Hari Raya Nyepi 2021. 

AYO BACA : Rawon, Kuliner Khas Surabaya Ditahbiskan sebagai Sup Paling Enak se-Asia

Menurut Agus, penutupan jalur dari arah Probolinggo ditutup di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura. Sementara jalur dari arah Pasuruan ditutup di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari. "Dan dari arah Malang dan Lumajang ditutup di Jemplang," kata Agus di Kota Malang, Jumat (5/3).

Wisata Gunung Bromo telah dibuka di tengah pandemi Covid-19 sejak Jumat (28/8/2020) pukul 13.00 WIB. Penetapan ini berdasarkan kesepakatan dari empat pimpinan pemerintah daerah (pemda) yang melingkupi tempat wisata tersebut. Secara administratif, TNBTS terutama Gunung Bromo berada di Probolinggo, Pasuruan, Malang dan Lumajang. 

AYO BACA : Berita Duka: Pakar Statistik dari ITS, Kresnayana Yahya, Meninggal Dunia Jumat Siang

Pada pembukaan awal, daya tampung pengunjung hanya dibatasi sekitar 20 persen dari jumlah normal. Jumlah daya tampung ini terus dievaluasi menyesuaikan tren kasus Covid-19. 

Kepala Subbagian Data, Evaluasi Laporan, dan Hubungan Masyarakat, BB TNBTS, Sarif Hidayat mengatakan, saat ini kuota pengunjung Gunung Bromo sekitar 30 sampai 40 persen. Detailnya, 35 orang di Bukit Cinta, 107 orang di Bukit Kedaluh dan 125 orang di Mentigen. Selanjutnya, 214 orang di Penanjakan dan 520 orang di Savana per harinya.

Untuk bisa mengunjungi Gunung Bromo, wisatawan setidaknya harus memiliki surat keterangan kesehatan. "Tapi jika ada yang pakai rapid antibodi atau antigen, atau PCR itu lebih baik," jelasnya kepada Republika.

BB TNBTS juga tetap mengingatkan wisatawan untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Beberapa di antaranya seperti menggunakan masker dan membawa cairan pembersih tangan. Lalu wisatawan harus memperhatikan kriteria kebersihan, keamanan di lokasi dan menghindari kerumunan massa.

AYO BACA : BMKG Ingatkan Potensi Gempa Besar Banyuwangi: 8,7 Skala Richter dan Tsunami Setinggi 18 Meter

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar