Roti Terbaik dan Terburuk bagi Pasien Diabetes Tipe 2, Kenali Bedanya

  Sabtu, 06 Maret 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Roti Terbaik dan Terburuk bagi Pasien Diabetes Tipe 2. (Pixabay)

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM – Asupan makanan sangat penting bagi penderita diabetes tipe 2, termasuk memilah roti mana yang terbaik dan terburuk yang dapat memengaruhi kesehatan.

Makanan yang mengandung banyak karbohidrat bisa meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh, tak terkecuali roti. Padahal banyak orang suka mengonsumsi roti di pagi hari sebagai sarapan atau camilan pendamping teh panas.

Sayangnya dilansir dari Express, roti yang tersedia di pasaran pasti ada yang lebih tinggi serat dan lebih rendah gula. Karena itu, orang dengan diabetes seharusnya lebih berhati-hati dalam memilih dan membeli roti.

Roti gandum utuh dengan bahan berserat tinggi, seperti oat biasanya merupakan pilihan terbaik bagi penderita diabetes. Lalu, roti yang terbuat dari biji-bijian juga tidak mengandung gula tambahan yang biasanya jauh lebih sehat dibandingkan roti jenis lainnya.

Hal itu karena Kontrol gula darah dalam tubuh ini penting bagi semua orang, terutama penderita diabetes tipe 2 dan orang yang tidak bisa memproduksi cukup insulin, hormon yang mengatur kadar gula darah.

Roti gandum hitam memiliki beberapa kualitas yang bisa membantu mengontrol gula darah. Roti gandum hitam cenderung memiliki warna yang lebih gelap, kuat dan rasa yang lebih bersahaja daripada roti putih dengan gandum biasa.

American Diabetes Association merekomendasikan penderita diabetes tipe 2 untuk memilih roti gandum 100 persen dibandingkan roti putih dengan gandum biasa.

Jenis roti terburuk bagi penderita diabetes terbuat dari karbohidrat olahan, seperti tepung putih. Meskipun tepung putih terbuat dari biji-bijian yang dihaluskan, cara ini menghilangkan serat, vitamin dan mineral yang menyebabkan indeks glikemik lebih tinggi.

Terlebih, roti putih biasanya mengandung gula tambahan dalam proses pembuatannya. Selain roti putih, makanan tepung olahan lainnya juga telah terbukti buruk bagi penderita diabetes tipe 2.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar